Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Jenis-Jenis Jangkrik untuk Pakan Ikan

Mengenal Jenis-Jenis Jangkrik untuk Pakan Ikan - Jangkrik merupakan serangga yang sering ditemukan di lingkungan sekitar, terutama di area perkebunan atau sawah. Serangga yang satu ini umumnya dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan burung. Jangkrik ternyata mempunyai banyak jenis dengan ciri khas yang berbeda-beda. Lalu, apa saja jenis-jenis jangkrik yang perlu diketahui? Beikut daftar selengkapnya.

Mengenal Jenis-Jenis Jangkrik untuk Pakan Ikan


Jangkrik Kalung

Jangkrik Kalung

Jenis jangkrik yang pertama adalah kalung dengan ciri khis tubuhnya berwarna hitam. Jangkrik kalung ini sangat mudah ditemui pada toko yang menjual berbagai pakan hewan. Jenis jangkrik kalung banyak diperjual belikan karena masa panennya tergolong cepat. Waktu yang dibutuhkan dari proses penetasan hingga jangkrik kalung bisa siap dijual adalah adalah maksimal selama satu bulan.

Ukuran tubuh jangkrik kalung ini tergolong kecil, namun suaranya tidak bisa diragukan. Jangkrik kalung sangat aktif untuk mengeluarkan suara, bahkan bisa mengganggu waktu tidur. Dengan suaranya tersebut, jangkrik kalung ini juga bisa memanfaatkan suaranya untuk mengusir tikus. Selain itu, jenis jangkrik ini juga bagus dijadikan sebagai makanan ikan.

Ciri khas jangkrik kalung adalah mempunyai lingkaran putih di sekitar area lehernya. Lingkaran ini kemudian akan berubah warna menjadi kuning seiring bertambahnya usia jangkrik kalung. Ketika jangkrik kalung bertambah usia, bagian leher dan kakinya akan menjadi keras. Kaki jangkrik kalung juga akan berubah warna menjadi hitam ketika sudah dewasa.

Jangkrik Jaliteng

Jangkrik Jaliteng

Jenis-jenis jangkrik yang selanjutnya mempunyai nama cukup unik, yaitu jaliteng. Nama jaliteng diberikan karena jangkrik ini mempunyai wanra hitam mengkilat dan tinggal di tempat lembab.

Jangkrik jaliteng ini mempunyai ukuran kecil dengan lingkaran kuning di area lehernya. Jenis jangkrik yang satu ini dikenal cukup produktif, sebab bisa menghasilkan telur hingga 100 butir dalam sekali berkembangbiak.

Jaliteng merupakan jenis jangkrik yang tidak rawan mengalami stress, sehingga cocok untuk dijadikan sebagai bahan pakan hewan termasuk ikan. Di samping itu, karena kelebihannya ini jangkrik jaliteng lebih mudah dibudidayakan dan cukup menguntungkan jika diperjual belikan. Pembudidayaan jangkrik jaliteng juga tidak serumit jenis yang lain.

Terdapat perbedaan tampilan fisik antara jangkrik jaliteng yang jatan dan betina. Jangkrik jaliteng betina mempunyai warna kecoklatan di bagian ujung kaki. Warna inilah ciri khusus untuk membedakan antara jangkrik jaliteng jantan dan betina.

Baca Juga : 6 Daftar Pakan Alami Terbaik Ikan Guppy

Jangkrik Gangsir

Jangkrik Gangsir

Para pemelihara ikan maupun burung tentu tidak asing lagi dengan jenis jangkrik gangsir. Jangkrik yang satu ini banyak dimanfaatkan sebagai pakan burung kicau, terutama untuk persiapan kontes. Jenis jangkrik gangsir mempunyai warna coklat kehitaman pada bagian punggung. Bentuk fisik jangkrik gangsir lebih lebar jika dibandingkan dengan jenis yang lainnya.

Jangkrik gangsir mempunyai kelebihan, yaitu tidak mudah stress dan mempunyai suara nyaring. Jangkrik gangsir ini tergolong cepat mati dan pergerakannya tidak gesit. Meskipun jangkrik gangsir banyak diburu oleh pecinta burung maupun pecinta ikan, serangga ini tidak bisa dibudidayakan.

Ukuran jangkrik gangsir lebih besar dan kokoh dibandingkan dengan jenis lainnya. Jangkrik gangsir ini akan terlihat lebih aktif pada waktu tertentu saja, yaitu saat musim penghujan. Pada musim hujan jangkrik gangsir akan mulai bersuara nyaring dan memulai proses perkembang biakan. Jumlah telur yang bisa dihasilkan dalam sekali proses perkembangbiakan jangkrik gangsir adalah 70 butir.

Jangkrik Upa

Jangkrik Upa

Diantara jenis-jenis jangkrik berikutnya adalah upa yang mempunyai ukuran kecil. Jangkrik ini diberi nama upa sebab ukurannya yang kecil dan berwarna putih diibaratkan seperti sebutir nasi. Umumnya jangkrik upa hidup bebas di sekitar rumah, terutama di tembok bata. Jenis jangkrik yang satu ini tidak cocok untuk dijadikan sebagai pakan hewan, sebab baunya tergolong menyengat.

Jangkrik upa mempunyai suara yang tidak terlalu nyaring. Kicauan jangkrik ini biasanya terbata-bata, namun dengan durasi yang lama, sehingga cukup berisik. Jangkrik upa mudah juga untuk ditemukan di area perkebunan atau tempat lain yang bernuansa lembang. Jenis jangkrik yang satu ini bisa menghasilkan hingga 100 butir telur dalam sekali proses perkembang biakan.

jangkrik yang mempunyai bentuk seperti belalang ini sebenarnya mudah untuk dibudidayakan. Namun, sayangnya jangkrik upas sepi peminat, sehingga biasanya dibiarkan hidup secara liar. Habitat asli jangkrik upa adalah di sekitar wilayah Sumatera hingga pulau Jawa bagian barat.

Jangkrik Alam

Jangkrik Alam

Serangga yang satu ini biasa hidup di wilayah yang lembab, seperti rawa. Jangkrik alam sangat mudah ditemukan karena habitatnya dekat dengan lingkungan tempat tinggal. Siklus hidup jangkrik alam adalah sekitar 28 hari untuk bisa siap dipanen. Jangkrik alam banyak dibudidayakan karena sangat diminati, teutama untuk pakan ikan.

Tampilan fisik jangkrik karet atau alam mempunyai warna kuning atau abu-abu. Jenis jangkrik yang satu ini umumnya akan mengeluarkan suara nyaring saat musim penghujan tiba. Suara nyaring ini biasanya ditimbulkan oleh jangkrik alam jantan, guna menarik perhatian lawan jenis. Tujuannya tidak lain adalah untuk memulai proses perkembang biakan.

Jangkrik alam mempunyai badan yang mengandung air karena hidupnya di tempat lembab. Tubuhnya yang kecil dan memanjang membuat jangkrik ini lebih mudah untuk dicerna oleh ikan maupun burung. Jangkrik alam bisa dengan mudah ditemukan di penjual hewan yang biasanya ada di pinggir jalan.

Baca Juga : Jangan Terlalu Sering Memberikan Pakan kelabang dan Kodok Untuk Ikan Arwana!

Jangkrik Seliring Teleogryllus Miratus

Jangkrik Seliring Teleogryllus Miratus

Salah satu dari sekian jenis-jenis jangkrik yang selanjutnya adalah seliring teleogryllus miratus. Jangkrik ini mempunyai warna hitam kecoklatan dengan tubuh yang kecil.

Bagian leher dari seliring teleogrryllus miratus ini lebih lunak jika dibandingkan dengan jenis jangkrik lainnya. Serangga ini mempunyai lingkaran putih pada lehernya saat usianya masih kecil, sama halnya seperti jangkrik kalung.

Bagi Anda yang ingin membudidayakan serangga ini harus memiliki ketelatenan, sebab masa panen jangkrik ini tergoong lebih lama dari jenis lainya, yaitu membutuhkan waktu kurang lebih selama 1 bulan. Jangkrik ini juga tergolong bagus dijadikan pakan hewan.

Jangkrik Jerabang

Jangkrik Jerabang

Jangkrik jerabang mempunyai tubuh kokoh yang berwarna kemerahan dan mengkilat. Jerabang merupakan jenis jangkrik yang dikenal penakut, meskipun mempunyai suara lantang. Suara jangkrik jerabang dikenal ampang, meskipun bunyinya nyaring. Di samping itu, jangkrik jerabang dikenal mempunyai pergerakan kurang gesit.

Jerabang merupakan jangkrik yang sangat mudah untuk dikembangbiakkan. Ukuran jangkrik ini tergolong kecil, sehingga mempunyai banyak manfaat. Jangkrik jerabang biasa digunakan sebagai pakan ikan peliharaan. Di samping itu, jangkrik jerabang juga bisa dimanfaatkan sebagai umpan ketika memancing.

Baca Juga : 6 Jenis Makanan Terbaik Agar Arwana Super Red Cepat Merah

Jangkrik Kidang

Jangkrik Kidang

Jenis-jenis jangkrik yang terakhir akan dibahas disini adalah kidang dengan ukuran tubuh tergolong sangat kecil. Jangkrik kidang ini awalnya tergolong pada serangga langka.

Seiring berjalannya waktu banyak orang yang membudidayakan jangkrik kidang karena diketahui mempunyai banyak manfaat. Salah satu alasan mengapa jangkrik kidang banyak dibudidayakan adalah kaya akan kandungan protein.

Jangkrik kidang ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai pakan burung kicau guna menjaga kualitas suara. Tentu saja dengan kandungan proteinnya, jenis tersebut juga baik untuk ikan sehingga banyak digunakan pula oleh para pembudidaya ikan.

Baca Juga : Jam Buka Pasar Ikan Hias Parung Bogor Terbaru 2020

Sekian jenis-jenis jangkrik yang biasa digunakan untuk pakan ikan hias maupun ikan konsumsi di pembudidayaan. Selain digunakan untuk pakan ikan jangkrik juga biasa digunakan untuk pakan hewan lain seperti burung dan reptil seperti iguana dan lain-lain. Jenis jangkrik yang mudah ditemukan ialah jangkrik alam dan jangkrik kalung.

Kalian bisa membeli jangkrik hidup dan kering melalui marketplace seperti tokped, shopee dan bukalapak. Jika ingin membeli langsung kalian bisa beli di penjual pakan burung sekitar rumah kalian pasti ada.


Artikel Yang Mungkin Kalian Suka :