Sejarah dan fakta unik ikan cupang yang perlu Anda ketahui - Ikanesia.id

Sejarah dan fakta unik ikan cupang yang perlu Anda ketahui

Sejarah dan fakta unik ikan cupang yang perlu Anda ketahui - Dari sawah berlumpur di Thailand hingga akuarium bergengsi di Paris. Ikan kecil yang indah ini menjadi terkenal bahkan sampai membintangi film blockbuster Hollywood! Pada artikel ini, kita akan melihat sepintas sejarah ikan cupang dan bagaimana mereka menjadi begitu dihargai, dicintai, dan menonjol dikalangan pecinta ikan hias saat ini.

Sejarah dan fakta unik ikan cupang yang perlu Anda ketahui


Asal Usul Ikan Cupang: Darimana Ikan Cupang Berasal?

Juga dikenal sebagai 'Siamese Fighting Fish', cupang ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dari tempat asal mereka di lembah Mekong di Laos, Thailand (dulu disebut Siam). Tidak hanya itu saja, beberapa negara di Asia Tenggara juga menjadi habitat asli ikan cupang ini seperti Kamboja, Malaysia, Vietnam, sebagian China, dan tentusaja Indonesia.

Ikan cupang liar dapat ditemukan di habitat aslinya, hidup di kolam dangkal, persawahan, dan aliran air yang bergerak dengan suhu di atas 26 derajat selsius atau lebih. Namun keberadaannya di Indonesia juga termasuk sudah sangat langka dan sulit ditemukan di alam liar.

Mereka termasuk dalam kelompok khusus yang dikenal sebagai ikan dengan 'labirin', organ tubuh ikan ini merupakan sebuah alat pernapasan tambahan berupa lipatan-lipatan epithelium pernapasan. alat tambahan ini merupakan turunan dari lembar insang pertama. 

Labirin terletak pada suatu rongga di belakan atau di atas insang, yang dapat membuat ikan cupang bertahan hidup di air yang sangat sedikit dengan menggunakan organ khusus tersebut untuk menghirup oksigen dari permukaan air.

Baca Juga : 55 Jenis Ikan Cupang Lengkap Beserta Gambar

Populer Sejak Zaman Dahulu

Bahkan sebelum tahun 1800-an, anak-anak Indonesia sudah tertarik dengan cupang. Mereka bisa mengumpulkan sebanyak 50 ekor sekaligus dari sebidang sawah, mereka kemudian akan mengadunya lalu sang pemenang akan menjadi 'juara desa' yang membanggakan. Setelah pertarungan selesai dan luka sang pemenang sembuh, ia akan melawan musuh baru.

Kemajuan dalam teknis pemanenan padi (seperti pembajakan mekanis dan penambahan bahan kimia) tiba-tiba membuat cupang tidak lagi ditemukan di sawah dangkal tersebut. Meskipun beberapa ikan cupang masih membuat kolam dangkal dan aliran sungai sebagai rumah mereka, berkurangnya jumlah mereka secara alami di sawah menyebabkan hobi yang dulu populer ini memudar di kalangan anak-anak.

Meskipun begitu, banyak juga kolektor yang masih giat berburu cupang sebagai ikan hias hasil pembibitan buatan.

Ikan Petarung Yang Agresif

Cupang jantan dikenal karena perilaku agresifnya, terutama suka menggigit dan mencabik lawan dalam sebuah perkelahian. Ini akan menimbulkan luka yang mengancam jiwa mereka masing-masing, artinya setiap pertarungan hanya dapat berlangsung kurang dari beberapa menit.

Di beberapa tempat di Indonesia, ada tempat pembiakan khusus untuk cupang hias dan petarung ini. Layaknya sebuah mesin petarung, ikan cupang ini bisa menahan cedera mereka dan bertahan selama berjam-jam dalam pertarungan.

Saat ini, pusat budidaya ikan cupang berada di Thailand, disana bahkan mengadu ikan cupang untuk dipertaruhkan menjadi semacam olahraga yang populer dikalangan kaum pria. Tidak hanya uang saja, ada bahkan yang mempertaruhkan rumah mereka hanya untuk beradu ikan cupang.

Olahraga ini sangat dicintai oleh rakyat di sana, sampai Raja Thailand mulai melisensikannya dan bahkan mulai mengumpulkan cupangnya sendiri.

Bagaimana Dan Kapan Ikan Cupang Mendapatkan Nama Mereka?

Pada tahun 1840, Raja Siam menjadi penasaran untuk mengetahui lebih lanjut tentang ikan aduan kecil ini. Dia memberikan beberapa yang paling berharga kepada seorang pria yang kmeudian menyerahkannya kepada ilmuwan medis Bangor, Dr. Theodor Cantor.

Pada tahun 1849, Cantor menerbitkan artikel tentang ikan aduan, menamakannya 'Macropodus Pugnax'. Pada tahun 1909, seorang pria bernama Tate Regan menemukan bahwa sudah ada spesies bernama 'Macropodus Pugnax'. Dia memutuskan untuk memanggil mereka 'Betta splendens', mengambil inspirasi dari pejuang terkenal yang dikenal sebagai suku "Bettah". 'Splendens' juga mengacu pada penampilan trah yang indah (atau mengesankan).

Lalu bagaimana di Indonesia bisa disebut dengan ikan cupang? Kita masih belum mengetahui dengan jelas kenapa ikan ini disebut dengan ikan cupang di Indonesia. Berdasarkan KBBI, cupang adalah tanda merah bekas gigitan atau cubitan pada tubuh. Lalu apa kaitannya? Masih tetap belum jelas sampai disini.

Daya Tarik Ikan Cupang Dengan Warna Dan Corak

Ikan cupang ini awalnya tidak terlihat seperti seekor ikan yang spektakuler seperti sekarang. Sebelum akhir abad ke-19, ikan cupang kebanyakan berwarna coklat kehijauan dengan sirip yang jauh lebih kecil. Para ilmuwan menemukan bahwa mereka secara alami menampilkan corak warna yang cerah saat gelisah.
 
Selama abad ke-20, para peternak berhasil menjadikan ini sebagai ciri permanen ikan cupang dengan mengubah susunan genetiknya. Melalui percobaan dengan pengembangbiakan, cupang kini tersedia dalam berbagai warna, antara lain: merah, oranye, merah muda, krem, hitam, dan putih buram, mereka juga memiliki warna biru atau hijau.

Peternak baru-baru ini dapat membuat variasi warna yang mengkilap seperti logam, yang dikenal sebagai 'Naga'. Nuansa warna yang dimiliki cupang ini termasuk tembaga, emas, perak, dan karat.

Pada tahun 2004 di Thailand, Mr. Tea pertama kali memperkenalkan kepada publik ikan cupang 'Naga' yang baru saja dikembangkan, tetapi warna perak tidak menutupi seluruh tubuh mereka. Pada tahun 2005, Mr. Somchat dari tim breeder Interfish memperkenalkan versi kedua jenis ikan cupang 'Naga' yang lebih mengesankan.

Belakangan ini, perusahaan pembibitan ikan cupang Victoria Parnell-Stark memproduksi berbagai ikan cupang yang disebut dengan "Armadillo". Mereka memiliki pola dan permainan warna yang jauh lebih tegas sehingga menjadi sangat populer di kalangan pecinta ikan hias.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peternak juga telah mampu menciptakan varietas ikan cupang yang berpola. Efek marbling dari ikan juga telah dicapai dengan menggunakan warna biru dan merah dengan warna dasar yang lebih pucat.

Pola populer ikan cupang lainnya dikenal dengan 'kupu-kupu'. Di sinilah tubuh ikan cupang mengandung warna solid dan sirip memiliki dua warna yang berbeda.

Dari Petarung Hingga Ikan Hias Bernilai Tinggi

Untuk membuat ikan ini lebih menarik, mereka juga telah dibiakkan selama bertahun-tahun untuk memiliki sirip ekor yang mengesankan. Yang paling umum adalah ‘Veiltail’ di mana ekor ikan cupang ini melengkung ke atas sebelum menggantung ke bawah seperti bentuk kerudung.

Cupang 'Crown Tail' memiliki ekor mekar dengan ujung yang terpisah, sangat mirip dengan gaya rambut Mohawk yang runcing. 'Half Moon Tail’ memiliki ekor 180 derajat yang tersebar dengan tepi lurus, menyerupai bentuk setengah bulan.

Jenis ekor mewah lainnya adalah ‘Rose tail', yang terlihat seperti kelopak bunga yang secara bertahap saling tumpang tindih. Varietas 'Feather Tail' terlihat sangat mirip dengan varietas 'Rose Tail', tetapi ekor yang mengipasi memiliki ujung yang halus. Ini adalah jenis ikan cupang yang paling umum, namun varietas lainnya  dari ikan cupang ini juga sangat variatif, termasuk 'Double Tail', 'Spade Tail', 'Delta', 'Super Delta' dan banyak lagi yang lainnya.

Fakta Menarik Ikan Cupang

Ikan menjadi sangat populer, mereka bahkan mendapatkan tempat dalam budaya pop barat. Berikut beberapa fakta menariknya: 

1. Teknik adu ikan cupang dijadikan acuan strategi dalam film James Bond 1963, From Russia With Love. 
Organisasi kriminal SPECTER berencana untuk membiarkan AS dan Soviet Rusia "bertarung sampai mati" sampai salah satu dari mereka kalah, lalu menghadapi pemenang yang kelelahan - seperti ikan cupang. 

2. Sementara itu, serial Fish Hooks Disney Channel yang populer menampilkan Milo, seekor ikan cupang.

3. Selain itu juga ikan cupang telah digunakan sebagai latar belakang dan screensaver untuk sistem operasi Windows 7 dan Windows 8.
Popularitas yang tidak terlalu buruk untuk ikan kecil dari sawah kan ya?
Sungguh menakjubkan membayangkan bagaimana jenis asli cupang dengan sirip pendek dan warna keruh telah berkembang menjadi ikan mewah yang kita kenal sekarang! Kami harap artikel ini menjelaskan sejarah ikan cupang dan asal usul makhluk cantik ini.




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Artikel Yang Mungkin Kalian Suka :