Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Budidaya Maggot Untuk Pakan Ikan atau Pakan Ternak

Cara Budidaya Maggot Untuk Pakan Ikan atau Pakan Ternak - Maggot atau yang dikenal dengan larva lalat sudah dinobatkan sebagai bahan baku pembuatan pakan ikan sejak tahun 2020. Maggot Black Soldier Fly (BSF) juga memiliki kandungan protein yang tinggi dan membantu dalam penguraian sampah organik rumah tangga. Cara budidaya maggot juga tidak sesulit membudidayakan hewan ternak lainnya.

Cara Budidaya Maggot Untuk Pakan Ikan atau Pakan Ternak

Kandungan Gizi Maggot BSF

Dilansir dari hasil penelitian Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Padjajaran di tahun 2009, kandungan protein pada maggot hampir setara dengan yang ada pada tepung ikan. Kandungan protein yang dimiliki oleh larva lalat BSF ini berkisar di 40-45% dimana tepung ikan lokal menempati angka 50-55%

Keunggulan Maggot Sebagai Pakan Ternak

  • Tidak seperti pakan lain yang bau amis
  • Dapat dikeringkan dan disimpan untuk beberapa waktu
  • Mudah dibudidayakan
  • Tidak terlalu mahal
  • Panen selalu teratur, langsung dalam jumlah banyak
  • Protein bisa mencapai 40%
Berbagai manfaat dan keuntungan itulah yang membuat banyak orang tertarik membudidayakan maggot untuk berbagai kebutuhan. Di satu sisi, Anda bisa memanfaatkan maggot untuk mengurai sampah, di sisi lain Anda bisa menjualnya untuk kebutuhan pakan ikan, burung, dan reptil. Tertarik untuk berternak maggot? Berikut ulasannya.

Cara Budidaya Maggot BSF di Rumah Sendiri

1. Ketahui Maggot Secara Mendalam

Dalam budidaya larva BSF, dibutuhkan setidaknya 3 orang yang terlibat. Sebelum memulainya, akan sangat bagus jika Anda sendiri paham mengenai kondisi fisik si larva yang kaya akan kandungan protein ini.  

Larva ini mempunyai ukuran tubuh yang cukup besar dan sekilas terlihat seperti tawon. Sama seperti serangga lainnya, maggot juga mengalami metamorfosa mulai dari telur – larva – pupa – dan lalat hitam dewasa dengan waktu 40-45 hari. 

Nah, yang disebut sebagai maggot untuk dibudidayakan adalah fase pertama dari metamorfosa lalat tersebut, yaitu larva. Lalat betina dapat menghasilkan sekalinya 600 telur yang akan menjadi maggot. Namun ingat, tidak semua telur akan menghasilkan maggot yang sempurna, bisa saja larva nya tidak tumbuh dan mati sebelum menetas.

2. Siapkan Peralatan untuk Budidaya Maggot

  • Air
  • Yakult atau sejenisnya
  • Plastik ukuran besar (kantong plastik untuk berkebun)
  • Penyedap makanan (royco, masako, dsb)
  • Dedak
  • Gula pasir
  • Ember
  • Kandang berukuran 2,5 m x 4 m x 3 m (sesuaikan dengan jumlah budidayanya)
  • Boks/tripleks yang digunakan untuk media penetasan telur
  • Biopond untuk membesarkan larva (biopond biasa dan ramp)

3. Tarik lalat hitam BSF ke Perangkap

Hal yang paling awal dalam cara budidaya maggot adalah dengan menarik lalat hitam BSF masuk ke perangkap. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Siapkan air kurang lebih 1 liter, dicampur dengan gula pasir (4-5 sendok makan).
  • Siapkan 5 kg dedak yang sudah dicampur dengan penyedap rasa.
  • Campurkan air gula dengan dedak, aduk rata.
  • Masukkan yakult atau EM4 ke dalam ember yang sudah di aduk tersebut. Anda bisa memberikan ½ atau 1 botol. 
  • Siapkan kantong plastik yang cukup besar dan kira-kira bisa menampung campuran 5-7 kg tadi.
  • Masukkan campuran yang sudah diaduk rata pada kantong plastik tersebut.
  • Jangan isi penuh kantong plastiknya, ikat dengan rapat-rapat, berikan sedikit udara pada plastik yang sudah diikat tersebut.
  • Simpan kantong plastik berisi dedak tersebut di tempat yang sejuk, sekitar 5-6 hari. Selama proses tersebut, dedak akan berubah menjadi cairan fermentasi.
  • Setelah selesai disimpan, tuang campuran dedak pada ember, dan tutup dengan plastik.
  • Letakkan ember tersebut pada media penetasan telur berupa boks yang terbuat dari tripleks. 
  • Tunggu hingga 2-3 hari, lambat laut lalat hitam BSF akan datang dan bertelur di dekat ember dan media penetasan yang telah disiapkan. 
  • Tidak sampai di sana, agar lalat BSF tetap terus datang ke media tersebut, Anda harus menaburkan dedak fermentasi di sekitar media penetasan sebanyak 1x dalam seminggu.

5. Tahap Penetasan 

Setelah banyak menarik lalat hitam BSF pada media penetasan, Anda harus bersiap untuk penetasan telur lalat menjadi larva atau maggot. Membutuhkan waktu sekitar 1 minggu sampai larva BSF benar-benar berbentuk.
Lalu, bagaimana maggot bisa bertahan hidup pada media pertumbuhannya?

Seperti yang telah disinggung pada bagian peralatan ternak, Anda diharuskan mempersiapkan biopond. Biopond sendiri adalah tempat yang dirangkai dari PVC, kayu, dan diisi dengan tanah gembur. 

Setelah telur lalat BSF menetas, larva-larva tersebut harus dipindahkan pada  biopond yang sudah disiapkan. Mengapa harus dipisahkan? Karena jika keduanya menyatu akan beresiko telur tidak menetas dan mudah pecah karena medianya terlalu sesak/berdesakan. 

6. Tahap Pertumbuhan

Setelah telur menetas, ada beberapa hal yang harus Anda siapkan dalam tahap pertumbuhan larva sebelum panen. Untuk menunjang pertumbuhan maggot, Anda diharuskan untuk menyiapkan limbah organik dengan jumlah disesuaikan dengan larva telur yang menetas.

Sebagai gambaran saja, 15.000 larva BSF bisa menghabiskan 2 kg sampah organik dalam waktu 1 hari (24 jam).

7. Persiapan Panen 

Waktu yang baik untuk memanen larva ini berkisar di kurun waktu 2-3 minggu setelah telur menetas. Setelah panen, Anda sudah siap mendistribusikan maggot untuk kebutuhan pakan seperti pakan ikan, burung, tokek, iguana, dan lain-lain. 

Anda bisa menjualnya dengan harga berkisar di Rp 60.000,- - Rp 80.000,- per kilo nya. Sudah banyak UKM/UMKM yang mendistribusikannya melalui toko online maupun mendistribusikannya ke berbagai toko pakan ternak.

Alasan Mengapa Anda Dianjurkan untuk Budidaya Maggot

Alasan Mengapa Anda Dianjurkan untuk Budidaya Maggot

1. Meskipun Larva, Namun Tidak Membawa Sumber Penyakit

Sesuai dengan hasil penelitian, larva lalat BSF ini tidak akan membawa penyakit. Bahkan, anak-anak kecilpun diizinkan untuk memegang larva dan bermain-main dengannya. Tidak sampai sana saja, pada daerah-daerah tertentu, maggot pun sering dijadikan cemilan karena proteinnya yang tinggi.

2. Budidaya yang Mudah

Semua orang bisa membudidayakan maggot di rumah, baik dalam skala kecil maupun besar. Anda juga tidak membutuhkan tempat yang luas untuk beternak maggot. Siapkan saja lahan sebesar 32 meter persegi, Anda sudah bisa memanen 40 kg setiap bulannya.
 

3. Tidak Butuh Modal Banyak

Untuk mempersiapkan lahan budidaya maggot, Anda bisa membuat medianya sendiri sehingga biaya bisa lebih murah. Untuk mendatangkan lalat hitamnya pun, Anda tidak perlu membelinya karena lalat BSF bisa datang sendiri jika dipancing dengan benar.

4. Permintaan Pasar yang Semakin Tinggi

Tidak hanya digunakan sebagai pakan ikan saja, namun baru-baru ini maggot kerap digunakan sebagai bahan pupuk dan makanan/cemilan. Oleh karena itu, permintaan pasar mengenai maggot ini juga akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi sekarang ini semua orang bisa memasarkannya melalui toko atau marketplace online.

5. Dekomposer Sampah Organik

Dengan memelihara maggot atau melakukan budidaya, secara tidak langsung Anda juga berperan besar dalam kebersihan lingkungan. Maggot adalah dekomposer sampah organik karena ia bertahan hidup dengan cara mengurai sampah-sampah tersebut menjadi makanannya. 


Nah, setelah mengetahui tata cara budidaya maggot, apakah Anda tertarik untuk memulainya? Jika masih kurang yakin, Anda bisa mencoba budidaya dalam skala yang kecil terlebih dahulu lalu kemudian maju ke tahap yang lebih besar.  


Artikel Yang Mungkin Kalian Suka :