Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Penyakit Ikan Lele Lengkap Beserta Penyebab dan Obatnya

Ikanesia.id - Dalam menjalankan bisnis ini, sudah pasti akan mengalami berbagai macam masalah salah satunya adalah penyakit ikan lele. Pada dasarnya, hal tersebut memiliki beragam penyebab, mulai dari kualitas air hingga parasit serta cacing lainnya. Parahnya lagi, penyakit tersebut bisa mengakibatkan kematian.

Beberapa jenis Penyakit Ikan Lele dan Obatnya Lengkap

Apabila Anda mengalami masalah tersebut dalam proses pembudidayaan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menganalisa jenis penyakitnya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui langkah serta tindakan guna mengatasi dan memilih jenis obat yang tepat. Berikut ulasannya:

penyakit ikan lele

1. Cotton Wool Disease

Cotton wall disease biasanya disebabkan dari Flexibacter Columnaris. Jenis bakteri ini pada umumnya akan menyerang bagian dalam organ seperti insang. Penyakit CWD memiliki gejala yaitu munculnya luka di tubuh ikan lele. Kemudian geraknya menjadi lambat dan banyaknya ikan mengapung di air.

Munculnya bakteri jenis ini disebabkan sisa dari pakan yang telah membusuk di bagian dasar kolam. Oleh sebab itu ada baiknya terus mengontrol secara rutin kondisi kolam. Jika ikan lele mengalami penyakit tersebut, Anda bisa memberikan OTC 50 gram untuk setiap 1 kg pakan selama 7-10 hari.

2. White Spot

Mikroorganisme dengan jenis protozoa menjadi penyebab utama dari penyakit ini. Akibatnya adalah ikan akan terinfeksi serti menimbulkan bintik putih sehingga membuatnya terus menggerakkan bagian tubuhnya ke dinding kolam. Alhasil akan banyak luka dan makin memperparah kondisi kesehatannya.

Untuk mencegah dan mengobatinya, Anda bisa memisahkan ikan lele yang terserang penyakit white spot ke kolam lain dengan suhu 28 derajat celcius. Selain itu, gunakanlah cairan formalin 25 cc setiap satu meter kubik air. Tambahkan juga malachit green 0,15 gram selama 24 jam.

3. Pembengkakan Pada Bagian Sirip

Penyakit ikan lele berikutnya adalah pembengkakan pada bagian siripnya akibat dari serangan aeromonas hydrophila. Gejala yang ditimbulkan ialah perut ikan akan menggembung serta terdapat luka di tubuhnya. Faktor utama munculnya bakteri ini disebabkan oleh pembusukan sisa pakan.

Untuk mencegahnya ada baiknya Anda untuk terus mengontrol pemberian pakan serta memastikan suhu air tetap pada 28 derajat celcius. Apabila sudah terjadi, maka berikanlah OTC 50 mg setiap 1 kg pakan yang disebarkan selama 7 hari. Cara lainnya adalah merendam ikan ke dalam larutan antibiotik.

4. Penyakit Trichodiniasis

Penyakit Trichodiniasis atau lebih dikenal dengan gatal-gatal disebabkan oleh protozoa berjenis Trichodina SP. Gejalanya adalah ikan akan menjadi lemas, berubahnya warna lebih kusam dan pucat serta seringnya menggosokan tubuh ke dinding sehingga menimbulkan luka.

Faktor utama munculnya bakteri ini adalah tingkat kepadatan jumlah ikan yang ada dalam satu kolam sehingga kurangnya asupan oksigen. Lebih parahnya lagi, penyakit ini dapat menular melalui kontak fisik. Untuk mengobatinya, Anda bisa menggunakan larutan formalin lalu merendam ikan tersebut.

5. Penyakit Channel Catfish Virus (CCV)

Penyakit ini pada umumnya diakibatkan dari serangan virus herpes. Gejala yang ditimbulkan adalah ikan akan menjadi lemah, berenang hanya berputar-putar saja, seringnya muncul di permukaan dengan posisi tegak vertikal serta adanya pendarahan di bagian perut dan sirip.

Penurunan kualitas serta fluktuasi air menjadi faktor pemicu adanya penyakit ini dan menyerang ikan. Hal yang harus Anda lakukan adalah, mengelola kolam menjadi lebih baik lagi, menjaga kebersihannya serta memberikan pakan berkualitas.

Itulah tadi pembahasan mengenai berbagai macam penyakit ikan lele serta cara mencegah dan mengobatinya. Anda sebagai peternak lele ada baiknya untuk mengetahui bagaimana cara pengelolaan kolam dengan baik agar ikan terus berada pada kondisi sehat.