Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Budidaya Belut Menggunakan Drum Plastik– Mudah dan Menguntungkan

Budidaya Belut Menggunakan Drum Plastik– Mudah dan Menguntungkan

Budidaya Belut Menggunakan Drum Plastik.  Belut merupakan salah satu jenis hewan reptil air dengan bentuk seperti ular dan memiliki kandungan nutrisi yang melimpah seperti protein, kalsium, karbohidrat dan lain sebagainya. Namun mungkin banyak dari sobat yang belum mengetahui cara beternak belut yang benar tanpa ada kesalahan dan bisa panen dengan baik

Akhir-akhir ini banyak sekali masyarakat yang mencari peruntungan dengan cara beternak atau budidaya belut karena banyaknya permintaan belut konsumsi dan juga ketersediaan belut yang semakin menipis. Salah satu cara budidaya belut yang efektif adalah dengan menggunakan media drum.

Budidaya Belut Menggunakan Drum Plastik– Mudah dan Menguntungkan

Keunggulan Budidaya belut dalam drum

Cara beternak atau budidaya belut di bedug ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan menggunakan kolam atau persawahan, seperti tidak membutuhkan lahan yang luas dan juga bisa di pantau kapanpun anda mau. Karena kebanyakan penangkaran belut di dalam drum tidak menggunakan lumpur melainkan air. sebagai media.

Selain itu, modal yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit dan tingkat kerugian dapat diminimalisir. Jadi bagi Anda yang memiliki bujet terbatas tidak perlu khawatir tidak bisa menekuni bisnis ini.

Media Yang Baik Untuk Pemeliharaan Belut di Drum

Ada beberapa media budidaya belut dalam drum yang umum digunakan dan terbukti efektif dalam mempercepat panen diantaranya terdiri dari media lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan juga mikroorganisme stater.

Untuk meletakkannya, pertama-tama bagian bawah drum ditutup dengan jerami setebal 10 cm, kemudian di atas jerami disemprotkan 1 liter mikroorganisme stater.

Selanjutnya tambahkan kompos setinggi 5 cm dan media atas lumpur kering setinggi 10 cm yang telah ditambahkan pupuk TSP sebanyak 5 kg. Karena belut membutuhkan air sebagai habitat hidupnya, Drum harus disiram dengan ketinggian 5-10 cm dari media atas.

Baca juga: Cara Sukses Ternak Ikan Gurame Kolam Terpal

Budidaya Belut Menggunakan Drum Plastik– Mudah dan Menguntungkan

Masukkan Benih Belut

Setelah media siap, langkah selanjutnya adalah memasukkan benih sidat. Dalam proses ini benih belut tidak boleh langsung dimasukkan karena harus didiamkan selama kurang lebih 2 minggu untuk proses fermentasi.

Kemudian media fermentasi akan menghasilkan sumber makanan alami yang berasal dari jentik-jentik nyamuk, cacing, zooplankton dan juga mikroorganisme. Setelah proses fermentasi selama 2 minggu, barulah masukkan benih sidat yang berkisar 150-200 ekor.

Kualitas benih budidaya belut sidat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya di masa depan. Anda harus memilih bibit belut yang sehat dan bugar.

Anda hanya perlu memperhatikan ciri-ciri belut yang sehat sebagai berikut.

  • Ukuran belut harus seragam. Tujuan penyeragaman ini adalah agar pada saat panen ukurannya seragam dan belut tidak saling memakan. Jika ukurannya berbeda, belut besar akan memakan belut kecil.
  • Belut terlihat aktif, gesit dan tidak lemah.
  • Pastikan bibit belut tidak terserang penyakit.
  • Anda bisa memilih bibit yang berukuran 10-12 cm.

Itulah beberapa kriteria bibit belut yang bisa Anda jadikan pedoman. Setidaknya, benih untuk budidaya belut yang Anda pilih memenuhi kriteria tersebut. Setelah belut yang Anda pilih benar, segera masukkan belut ke dalam kolam drum yang sudah berisi media tanam yang telah difermentasi

Baca juga: Cara Budidaya Ikan Nila Merah agar Cepat Besar dan Sehat

Budidaya Belut Menggunakan Drum Plastik– Mudah dan Menguntungkan

Jenis belut yang dibudidayakan secara umum

Hampir semua sidat dapat dibudidayakan, namun alangkah baiknya jika sidat yang dibudidayakan menjadi salah satu rekomendasi para peternak sidat agar mendapatkan hasil yang maksimal saat musim panen.

1. Belut sawah

Belut sawah Dalam Budidaya belut merupakan jenis ikan yang memiliki bentuk tubuh memanjang seperti ular. Belut sawah atau biasa disebut moa atau proteksi merupakan hewan yang memiliki nilai ekonomi. Hewan ini mudah beradaptasi dengan lingkungan yang tidak menguntungkan sehingga menjadi indikator pencemaran pada suatu lingkungan.

Sesuai dengan namanya, belut persawahan hidup di persawahan, sungai dan rawa. Makanan utamanya adalah cacing dan ikan kecil. Belut merupakan hewan nokturnal atau hewan yang aktif pada malam hari.

Tubuhnya berwarna kecoklatan, licin dan tidak bersisik sehingga akan menyulitkan Anda untuk memegangnya. Karena memiliki nilai ekonomis, daging belut biasanya dimanfaatkan untuk diolah menjadi bahan pangan yang bernilai jual tinggi seperti keripik belut.

Sering kita jumpai disekitar persawahan tempat tinggal kita, d an memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Warna kulit lebih cerah
  • Panjang tubuhnya bisa mencapai 45-50 cm saat dewasa
  • Bobotnya bisa mencapai 200-300 g / ekor

2. Belut Rawa (Synbrancus bengalensis)

Belut Rawa (Synbrancus Benglensis Mclell) merupakan salah satu jenis belut yang banyak dikenal dan ditemukan di Indonesia.

Berbeda dengan belut sawah yang sering dijumpai pada media yang banyak lumpur seperti di persawahan dan parit-parit kecil berlumpur, belut rawa merupakan jenis belut yang banyak ditemukan di habitat yang banyak mengandung air, gambut dan sedikit lumpur.

Karena ketinggian air di rawa lebih tinggi dari pada di sawah, belut rawa memiliki tubuh yang lebih panjang dari belut padi. Perbandingan diameter dan panjang tubuh belut padi adalah 1:30 dibandingkan dengan belut padi yaitu 1:20, sehingga belut rawa akan terlihat lebih ramping dari pada belut padi dengan diameter yang sama.

Umur belut rawa dewasa juga lebih panjang dari belut padi, yaitu 4 sampai lima bulan. Hal ini dikarenakan belut padi menyesuaikan dengan habitatnya yang akan mengalami kekeringan pada musim kemarau atau musim panen padi.

Sedangkan belut rawa tidak perlu beradaptasi dengan kondisi lingkungan rawa yang rata-rata airnya selalu melimpah. Karena habitat belut rawa lebih banyak di air daripada di lumpur, maka lebih memungkinkan belut rawa dibudidayakan di air jernih tanpa lumpur.

Pada dasarnya belut rawa dan belut padi tidak memiliki perbedaan yang signifikan, bahkan sekilas akan sulit membedakan antara belut rawa dan belut rawa, berikut ciri-ciri belut rawa:

  • Warna kulit lebih gelap
  • Panjang tubuhnya bisa mencapai 50-60 cm saat dewasa
  • Bobotnya bisa mencapai 150 -300 gr / ekor

3. Belut Muara (Macrotema caligans)

Belut muara juga dikenal dengan sebutan belut laut, merupakan belut yang hidup di muara sungai. Bentuknya tidak berbeda dengan jenis belut lainnya. Namun belut muara memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Warna kulit coklat pucat
  • Panjang tubuhnya bisa mencapai 60 -70 cm saat dewasa
  • Bobotnya bisa mencapai 250-400 gr / ekor

Baca juga : Cara Budidaya Ikan Patin agar Cepat Besar dan Sehat

Budidaya Belut Menggunakan Drum Plastik– Mudah dan Menguntungkan

Pakan Yang Baik Untuk Budidaya Belut Di Dalam Drum

Salah satu kunci keberhasilan budidaya belut di drum adalah pemberian pakan yang tepat. Belum ada ketentuan baku mengenai volume pakan belut di dalam drum, namun pakan harus diberikan sebanyak 5% dari jumlah bibit yang dimasukkan.

Misal saat kita memasukkan benih sebanyak 2 kg, maka pakan yang harus diberikan berkisar antara 100 gram hingga 200 gram. Untuk jenis pakan yang diberikan sebaiknya terdiri dari cacing, berudu, ikan kecil, juga bekicot mas atau bekicot.

Waktu pemberian pakan dilakukan pada hari ke-3 setelah benih ditebar ke dalam drum dan diberikan pada sore hari untuk mengatur aktivitas belut saat mencari pakan di alam bebas.

Baca juga: Cara Budidaya Ikan Sidat di Kolam Beton agar Cepat Besar dan Sehat

Budidaya Belut Menggunakan Media Drum – Mudah dan Menguntungkan

Waktu Panen Belut

Setidaknya butuh waktu 3-4 bulan sejak proses memasukkan bibit belut ke dalam drum. Dalam satu drum biasanya benih belut yang bisa masuk berukuran sekitar 2 kg dengan ukuran benih belut berkisar 11-13 cm.

Cara Memasarkan Belut

Pasar belut kini semakin luas. Belut dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, seperti keripik belut. Makanan olahan berbahan belut banyak diminati oleh konsumen. Itu sebabnya banyak orang yang mencari belut untuk dijual kembali dalam bentuk olahan.

Melihat hal tersebut, pemasaran belut terbilang mudah. Bisa dijual langsung ke konsumen, serahkan ke supermarket atau bisa dijual ke tengkulak.

Ikanesia
Ikanesia Saya Adalah Penulis Di Ikanesia.id