Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Budidaya Ikan Papuyu di Kolam Terpal agar Cepat Besar dan Sehat

 Ikanesia.id - Cara budidaya ikan papuyu di kolam terpal tak begitu berbeda dengan pembudidayaan jenis lainnya. Selain itu, ikan air tawar yang memiliki banyak julukan ini dapat ditemukan secara gampang di sekitar area sungai. Oleh sebab itu, peternak lebih memilih papuyu atau betok untuk dibudidayakan.

Cara Budidaya Ikan Papuyu di Kolam Terpal Dengan Mudah

Ikan Papuyu atau sebutan lainnya betok merupakan hewan air tawar yang masuk ke dalam golongan karnivora. Ikan dengan nama latin “Anabas Testudineus” menjadi pilihan para pembudidaya karena rasanya sangat lezat sehingga sangat diminati oleh masyarakat. Berikut cara budidaya ikan papuyu.

Cara Budidaya Ikan Papuyu di Kolam Terpal


1. Persiapan Kolam Terpal

Penggunaan kolam terpal sebagai media pembudidayaan banyak dipilih oleh para peternak dengan alasan dianggap lebih efisien pada pertumbuhan ikan papuyu. Selain itu, menggunakan media terpal dapat menekan biaya pengeluaran dalam proses pembuatan kolam.

Setelah kolam dibuat dengan ukuran yang disesuaikan ketersedian lahan, langkah berikutnya adalah melakukan pemupukan pada dasar kolam. Hal ini merupakan tahapan wajib guna keberlangsungan hidup benih karena berbeda seperti ikan papuyu dewasa memiliki daya tahan tubuh kuat.

2. Proses Pemijahan Ikan Papuyu

Para peternak biasanya untuk mendapatkan benih ikan papuyu maka dilakukannya pemijahan mandiri agar menghasilkan bibit berkualitas. Karena, jika benih dihasilkan dari alam bebas yang diambil secara langsung memiliki banyak kekurangan. Mulai dari tidak seragam ukuran hingga menentukan jenisnya.

Biasanya proses pemijahan ikan papuyu dilakukan dengan metode kawin suntik. Pada satu musim kawin, jenis ikan ini dapat dipijah kurang lebih 3 kali dengan hasil telur berkisar 5.000 – 15.000 butir. Penetasan akan memakan waktu sekitar 24 jam jika suhu berada di 260 derajat celcius.

3. Proses Pemeliharan Anakan Ikan Papuyu

Cara budidaya ikan papuyu di kolam terpal berikutnya adalah proses pemeliharaan anakan yang berumur sekitar 0-14 hari. Saat baru menetas Anda tidak perlu memberikannya pakan, karena memiliki cadangan makanan dikantungnya. Tunggulah sampai berusia 4 hari berikan pakan kuning telur.

Jika anakan sudah menginjak usia sekitar 14 hari, Anda bisa memberikannya makanan dengan jenis pelet yang telah dihaluskan sebelumnya. Proses ini akan berlangsung sampai ikan papuyu berumur 2 bulan. Setelah itu, barulah pakan dapat disebar di kolam sesuai pada ketentuan usianya.

4. Proses Pembesaran Ikan Papuyu

Proses pembesaran ikan papuyu sangatlah bergantung pada kondisi air di kolam terpal, oleh sebab itu diperlukan pengelolaan yang baik dan benar. Lakukan secara rutin untuk mengganti airnya ketika sudah terlihat keruh. Pasalnya, hal tersebut akan mengganggu kesehatan dari ikan papuyu.

Biasanya, penyebab dari hal tersebut dikarenakan bekas sisa pakan yang mengendap di dasar kolam kemudian mengalami pembusukan. Maka, gunakanlah pelet apung agar Anda mudah dalam mengontrolnya. Siapkan juga berbagai vitamin serta obat-obatan guna menjaga kondisi kesehatannya.

5. Proses Pemanenan Ikan Papuyu

Biasanya, proses pemanenan ikan papuyu dapat dilakukan saat usianya sudah menginjak 4 bulan, namun bisa juga disesuaikan keinginan Anda. Ada dua metode yang bisa digunakan dalam memanen yaitu secara total dan juga selektif.

Metode panen secara total dilakukan tanpa memikirkan usia serta umur hingga bobot dari ikan papuyu, sehingga prosesnya bisa dilangsungkan sekaligus. Cara kedua yaitu panen selektif dengan tahapan melalui penjaringan berdasarkan kebutuhan konsumsi.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai cara budidaya ikan papuyu di kolam terpal. Hal yang harus Anda perhatikan agar pembudidayaan dapat berjalan lancar adalah mengetahui apa saja faktor dari penyebab adanya penyakit.