Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Budidaya Ikan Patin agar Cepat Besar dan Sehat

 Memahami cara budidaya ikan patin yang baik dan benar merupakan salah satu langkah agar bisa menuai keuntungan besar bagi para  pembudidaya. Pasalnya, pada bidang ini sangat diperlukan pengetahuan tentang berbagai macam aspek khususnya dalam hal pengelolaan ikan patin.

Cara Budidaya Ikan Patin Agar Menuai Keuntungan Besar

Budidaya ikan patin hingga kini masih diminati banyak orang dan menjadi salah satu pilihan ketika ingin membuka bisnis. Hal tersebut dikarenakan, kebutuhan akan konsumsi ikan terus mengalami peningkatan terutama dalam sektor usaha kuliner. Berikut beberapa cara budidaya ikan patin.

cara budidaya ikan patin


1. Proses Pembuatan Kolam

Hal utama yang harus Anda lakukan untuk memulai bisnis budidaya ikan patin sudah tentu menyiapkan sebuah kolam. Untuk pemilihan jenisnya bisa disesuaikan dengan keinginan serta kebutuhan ataupun ketersedian lahannya. Namun, supaya lebih hemat, ada baiknya untuk menggunakan media terpal.

Selain dapat menghemat biaya, penggunaan kolam terpal juga dapat Anda sesuaikan dengan ketersedian luas lahan yang ada. Dalam prosesnya, siapkan terpal sepanjang 8-12 meter dan lebarnya 6-8 meter. Lalu buatlah lubang serta gunakan batu bata untuk menyangga agar tidak mudah bergeser.

2. Proses Memilih Benih Ikan Patin

Proses pemilihan benih tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, hal ini akan berpengaruh pada berjalannya budidaya serta hasil dan jangka waktu masa panen. Oleh sebab itu, harus Anda pastikan bahwa benih yang dipilih memiliki kualitas bagus.

Hal pertama yang harus Anda perhatikan ketika memilih benih adalah tempat pembeliannya. Pastikan toko tersebut tidak berada jauh dari lokasi kolam guna menghindari risiko kematian. Adapun ciri-cirinya yaitu ikan patin memiliki warna cerah mengkilap serta gerakannya lincah dan tidak luka ataupun cacat.

3. Proses Penebaran Benih

Cara budidaya ikan patin berikutnya yang harus Anda perhatikan adalah proses penebaran benih. Namun sebelum melakukan hal tersebut ada baiknya untuk memahami beberapa treatment aklimatisasi seperti memastikan bahwa kolam telah ditumbuhi oleh plankton guna menjadi pakan alami.

Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang harus Anda pastikan telah terpenuhi pada kolam salah satunya adalah mengenai  kedalaman air sekitar 50 cm. Langkah berikutnya yaitu memasukkan plastik benih ke kolam kurang lebih 20 menit agar ikan mampu beradaptasi terhadap suhu air.

4. Perawatan Ikan Patin

Selain tiga hal diatas, faktor krusial berikut yang sangat mempengaruhi keberhasilan atas budidaya ikan patin adalah proses perawatannya. Mulai dari pemilihan jenis pakan berkualitas hingga dosis pemberiannya yaitu 4 sampai 5 kali perhari.

Selain itu, tak hanya mengenai pemberian pakan berkualitas saja tapi juga asupan berbagai macam vitamin dan obat-obatan. Hal tersebut berguna untuk menjaga kondisi ikan tetap dalam keadaan sehat. Kemudian, pengelolaan kolam pun perlu diperhatikan.

5. Masa Panen

Masa panen ikan patin pada umumnya bisa dilakukan kurang lebih sekitar 5 sampai 6 bulan dimulai dari proses penebaran benih. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memanen ikan seperti menguras air terlebih dahulu sebanyak 1/3 dari isinya.

Langkah selanjutnya adalah melakukan penjaringan ikan. Dalam hal ini, gunakanlah jaring berbahan licin agar tidak melukai tubuhnya. Masukkan ikan ke wadah yang telah disiapkan dengan suhu 20 derajat celcius. Lakukan proses panen pada pagi ataupun sore hari.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai beberapa cara budidaya ikan patin yang bisa Anda terapkan agar menuai keuntungan besar. Setiap aspeknya memiliki peran penting dalam pembudidayaan, oleh sebab itu jangan sampai ada yang terlewatkan.