Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Pemijahan Ikan Koi yang Baik dan Lengkap

Ikanesia.id - Dalam bisnis ikan Koi pasti akan ada tahap pemijahan yang dilakukan. Ini untuk tetap mempertahankan populasi dari hewan air itu sendiri. Pasalnya jika secara alami, telur atau larva ikan Koi akan mudah mati karena sulitnya bertahan di alam bebas.

Beberapa Cara Pemijahan Ikan Koi

Pemijahan adalah proses pengeluaran sel telur betina dan sperma ikan jantan. Kemudian dilakukan proses pengawinan dengan tujuan memperoleh bibit yang diinginkan. Ikan Koi menjadi salah satu dari jenis ikan yang bisa dilakukan proses pemijahan. Lantas, seperti apa cara pemijahan ikan itu?

Pemijahan Ikan Koi

Sebelum melakukan atau memulai proses pemijahan, perlu dipersiapkan dengan baik kolam pemijahan terlebih dahulu. Kolam untuk proses pemijahan ada baiknya dibuat secara terpisah antara induk jantan dan betinanya.

1. Kolam Pemijahan Terbuat dari Semen

Hal utama yang harus diperhatikan adalah menyiapkan tempat pemijahan berupa kolam untuk menunjukkan cara pemijahan ikan Koi. Sebaiknya tempatnya terbuat dari semen dengan permukaan yang halus. Ini agar sisik ikan Koi tidak rusak atau pun terluka setelah proses selesai dilakukan.

Penggunaan kolam yang terbuat dari semen ini sebagai salah satu langkah. Untuk mencegah agar ikan betina atau jantan tidak kaget karena lingkungannya berbeda dari yang semula. Oleh karena itu, bentuknya disesuaikan dengan kolam tempat dulu sebelum dilakukan pemijahan.

2. Ukuran Kolam Disesuaikan

Dalam proses pemijahan, tidak ada ketentuan-ketentuan tentang luas ukuran kolamnya. Ukuran tersebut dapat bervariasi dan tergantung lokasi serta keadaan lingkungan sekitarnya. Jadi, tidak harus menentukan ukuran lebar dan tinggi dari kolam tersebut.

Namun, ada beberapa orang atau pengusaha yang menggunakan ukuran kolam 3×6 meter dengan kedalaman kolam mencapai 60 cm dan tingginya sekitar 40 cm. Anda dapat menggunakan ukuran ini atau menyesuaikannya dengan keadaan di tempat pemijahan tersebut.

Baca Juga Beberapa Model Kolam Ikan Koi Minimalis

3. Pastikan Bahwa Kolam Memiliki Sirkulasi Air yang baik

Tahap ketiga yakni memastikan bahwa kolam tempat pemijahan mempunyai sirkulasi air masuk dan keluar yang baik. Karena hal tersebut dapat mempengaruhi ikan Koi untuk melakukan pembuahan dalam kondisi air yang mengalir berterusan.

Sediakan juga saringan halus untuk mencegah adanya hama masuk dan mengganggu larva ikan Koi. Termasuk juga hanyutnya larva tersebut ke luar kolam dan terbawa aliran air tersebut. Ini beresiko mengurangi jumlah benih populasi ikan Koi.

4. Kolam Tempat Pemijahan harus Dikeringkan atau Dijemur di Bawah Sinar Matahari

Tahap berikutnya adalah mengeringkan kolam tempat pemijahan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari langsung. Hal ini berguna untuk mematikan penyebab penyakit, seperti bakteri, virus atau jamur dan lain-lain yang bisa menulari ikan yang lainnya.

Setelah proses pengeringan selesai, bakteri, jamur dan virus yang berada di permukaan kolam pemijahan dari semen ini akn hilang. Ini terjadi karena suhu panas dari matahari di bumi bisa memusnahkan berbagai macam penyakit menular pada ikan.

5. Melakukan Pengendapan pada Air yang Akan Digunakan memijah

Sebelum digunakan untuk proses pemijahan ikan, air tersebut haruslah diendapkan beberapa hari dulu, minimal sehari semalaman. Ini bertujuan untuk mengendapkan bahan-bahan anorganik yang bisa menjadi racun atau dapat mengganggu dalam proses pemijahan nantinya.

Jadi proses pemijahan ini memang dilakukan menggunakan metode-metode tepat, guna untuk menghasilkan benih ikan Koi yang berkualitas. Dengan begitu, ikan Koi dewasa akan menghasilkan bibit unggul pula nantinya sesuai panduan dari ikanesia.

Demikian penjelasan mengenai cara pemijahan ikan Koi, bagi Anda yang membutuhkan informasi mengenai hal ini, mungkin dapat memanfaatkan tulisan ini untuk memperoleh pelajaran baru dalam hal perikanan.