Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Sukses Budidaya Ikan Lele Organik Hasil Berlimpah

Budidaya ikan lele organik merupakan salah satu bisnis yang bisa Anda lakoni karena prospeknya cukup menjanjikan. Terlebih jenis ini memiliki nilai tinggi di pasaran jika dibandingkan dengan lele biasa. Selain itu, minat para konsumen pun telah teralihkan, sehingga jumlah permintaannya sangat besar

Rahasia Serta Cara Sukses Budidaya Ikan Lele Organik

Pada dasarnya metode yang digunakan dalam ternak ikan lele organik yaitu memanfaatkan mikroorganisme. Hal tersebut dikarenakan mampu membuat kotoran serta amoniak di kolam menjadi terurai sehingga kondisi ikan akan terus sehat. Berikut cara sukses budidaya lele organik:

budidaya ikan lele organik

1. Menyiapkan Kolam

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk memulai bisnis ini adalah menyiapkan lahan untuk pembuatan kolam dengan ukuran sesuai keinginan. Perhatikan berbagai macam kebutuhan akan komponen pendukung lainnya seperti pupuk kompos sangat diperlukan dalam budidaya lele organik.

Sebelum membuat kolam, ada baiknya untuk memikirkan terlebih dahulu mengenai ukurannya. Jika Anda berpikir bahwa kedepannya akan menjadi besar, maka siapkanlah satu kolam besar guna memastikan keberhasilannya. Sangat disarankan dilakukan secara perlahan dan jangan terburu-buru.

2. Pengelolaan Kolam

Mengelola kolam merupakan hal penting yang tidak boleh Anda lewatkan sedikitpun. Pasalnya, komponen pendukung seperti pupuk kompos harus tersedia. Pastikan hal tersebut telah terkelola dengan baik dan benar sehingga mendapatkan hasil maksimal serta dapat tumbuh secara cepat.

Anda harus memastikan bahwa semua unsur pembuatan serta pengelolaan kolam telah berjalan sesuai dengan ketentuan. Jika tidak, maka kemungkinan besar budidaya ikan lele tidak akan bertahan lama akibat kesalah dari proses ini. Selain itu, risiko lainnya adalah jumlah hasil panennya sedikit.

3. Cek Hasil Fermentasi

Cara sukses berikutnya dalam budidaya ikan lele organik adalah melakukan pengecekan dari hasil fermentasi kompos yang telah dibuat sebelumnya. Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya, apabila tercium aroma tidak sedap akibat terjadinya pembusukan serta telah menghasilkan mikroorganisme.

Selain itu, gas metana merupakan salah satu bukti bahwa hasil dari fermentasi pupuk kompos bisa dipastikan telah sukses. Langkah berikutnya adalah berikan air pada kedalaman 40 cm lalu tunggulah hingga 1 minggu. Jika sudah, tambahkan tingkatan air sekitar 15 cm dalam kurun waktu 2 minggu.

4. Pemilihan Bibit

Setelah Anda menyelesaikan tahap pembuatan hingga pengelolaan kolam serta fermentasi pupuk kompos langkah berikutnya adalah pemilihan bibit terbaik. Dalam hal ini diperlukan kecermatan agar mendapatkan hasil bagus dan berkualitas, karena akan mempengaruhi keuntungan nantinya.

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai jenis bibit ikan lele organik terbaik. Mulai dari melihat tingkat kesehatannya, nafsu makan sangat tinggi serta tidak ada cacat sedikitpun. Selain itu, tidak sedang dalam kondisi sakit, gerakannya lincah hingga memiliki warna segar atau tak pucat.

5. Penebaran Benih

Apabila bibit telah dalam kondisi siap serta kolam air organik sudah matang, lalu langkah berikutnya adalah penebaran bibit. Agar ikan lele tersebut dapat beradaptasi dengan kolam, maka biarkanlah ikan keluar dari wadahnya serta bergerak sendiri namun pastikan kolam terbuka.

Dalam kondisi ini, Anda harus sangat berhati-hati dalam melakukan prosesnya. Hal tersebut dikarenakan, bibit ikan lele masih cukup sensitif atas perilaku dan juga lingkungan barunya. Untuk waktu yang tepat penebaran dilakukan yaitu diantara jam 19.00 WiB atau 07.00 WiB.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai beberapa cara sukses budidaya ikan lele organik yang bisa Anda terapkan. Terlepas dari penjelasan diatas, masih ada proses lainnya dan harus dilakukan yaitu memahami cara memeliharanya seperti memberi pakan hingga masa panen.