Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Budidaya Ikan Baung agar Cepat Besar dan Sehat

Ikanesia.id - Cara budidaya ikan baung atau sebutan lainnya ikan duri bisa dikatakan hampir sama dengan pembudidayaan jenis lainnya. Selain keberadaannya mudah ditemukan di sungai, ikan baung juga memiliki kemiripan dengan lele, hanya saja berbeda pada bagian kulitnya yang cenderung lebih halus.

Cara Budidaya Ikan Baung, Mudah Dan Menguntungkan

Ikan baung termasuk salah satu jenis ikan yang banyak digemari oleh banyak orang karena rasa gurih pada dagingnya. Selain itu, untuk bisa menikmati kenikmatannya, Anda tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam karena harganya cukup terjangkau. Berikut beberapa cara budidaya ikan baung.

Cara Budidaya Ikan Baung

1. Menentukan Media Pembudidayaan

Menentukan media yang dimaksudkan adalah memilih lokasi serta ketersediaan akan lahannya pembudidayaannya. Tidak seperti jenis ikan lainnya, budidaya ikan baung haruslah menggunakan kolam tanah dengan spesifikasi khusus seperti karakter air hingga tempat pembuatan kolam dan lingkungan.

Pastikan pembuatan kolam berlangsung pada tanah yang memiliki kepadatan cukup, hal tersebut bertujuan agar mampu menampung air. Perhatikan juga tingkat kesuburan serta jangan sampai di permukaan berbatu. Gunakanlah air yang terus mengalir dan tidak mudah mengalami kekeringan.

2. Pengelolaan Kolam

Setelah Anda menentukan lokasi pembuatannya, hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah tentang suhu air. Idealnya memiliki suhu berkisar 26 sampai 30 derajat celcius serta pH sekitar 4-9 ppm. Kandungan oksigen terlarut 1 mg per liter hingga kandungan NH3 tidak kurang 1,5 ppm.

Umumnya, bentuk kolam pembudidayaan yaitu persegi panjang dengan tingkat kemiringan 1:1. Pada bagian atasnya usahakan ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan hijau atau membangun sebuah tembok, ketinggiannya berkisar 1,5 atau 2 meter. Hal tersebut bertujuan agar terhindar dari erosi.

3. Memilih Bibit Dan Menyiapkan Kolam

Cara budidaya ikan baung berikutnya adalah proses memilih bibit. Pastikan bahwa Anda benar-benar memahami tentang bagaimana menyeleksi bibit karena hal tersebut akan berpengaruh secara langsung terhadap hasil panen. Jika tidak paham, ada baiknya untuk mengajak orang yang mengerti.

Setelah memilih bibit dan masuk ke tahap penebaran, pastikan bahwa kolam telah benar-benar siap. Keringkan terlebih dahulu kolamnya, kemudian berikan kapur dengan dosis sekitar 180 – 370 kilogram/ha per tahunnya. Proses ini bertujuan guna membasmi berbagai bakteri serta gas kimia.

4. Penebaran Bibit

Proses yang satu ini tidak kalah penting dalam berlangsungnya pembudidayaannya. Penebaran bibit ada baiknya dilakukan pada saat pagi ataupun sore hari guna menghindari paparan langsung sinar matahari. Jika disaat siang hari, maka kemungkinan besar ikan baung akan mengalami rasa stres.

Tinggi air kolam minimal 0,5 meter dengan volume air sekitar 10 – 15 liter. Sebelum melakukan pengisian air, tambahkan filter atau saringan pada tempat keluar masuknya air agar tak ada hama ataupun kotoran yang masuk.

5. Pemeliharaan Ikan Baung

Dalam proses pemberian pakan tidak berbeda dengan jenis budidaya lainnya. Berikanlah secara rutin atau 3 kali sehari pada pagi sore dan malam. Gunakanlah pakan yang mengandung banyak nutrisi serta lainnya seperti protein, karbohidrat hingga lemak.

Lakukan kontrol secara rutin terhadap kondisi kolam agar kualitasnya tetap terjaga sehingga mengoptimalkan pertumbuhan ikan baung. Tambahkan air 3 kali sehari guna memastikan sirkulasinya berjalan dengan baik. Jangan lupa siapkan juga obat-obatan serta vitamin untuk berjaga-jaga.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai beberapa cara budidaya ikan baung. Untuk alat pendukung lainnya yang harus Anda siapkan adalah pompa air dan peralatan kebersihan. Hal tersebut guna melengkapi dalam hal pengelolaan kondisi kolam.