Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menetaskan Ikan Lele Agar Tingkat Keberhasilan diatas 90 persen

Ikanesia.id - Ada beberapa cara menetaskan ikan lele yang bisa Anda gunakan. Namun sebelum itu, pahami terlebih dahulu mengenai semua persiapan serta medianya. Karena, diperlukannya pemahaman serta kehati-hatian dalam melakukan proses penetasan telur berjumlah kurang lebih 3000-5000 butir, biasanya.

Cara Menetaskan Ikan Lele yang Perlu Anda Ketahui

Ikan lele pada umumnya akan menghasilkan telur sekitar 3000 sampai 5000 butir per kilogram dari berat tubuhnya. Maka, jika lele memiliki ukuran besar secara otomatis jumlahnya pun akan menjadi lebih banyak lagi. Oleh sebab itu, ketahuilah cara menetaskan ikan lele yang baik dan benar.

Cara Menetaskan Ikan Lele

1. Siapkan Kolam Bak Semen

Bak semen yang dimaksudkan disini adalah hampir sama seperti kolam pada saat dilakukannya pemijahan berbahan utama semen secara keseluruhan. Ukurannya sekitar 1x2 m ataupun 2x3 meter serta tingginya berkisar 1 meter dengan kedalamannya yaitu 60 hingga 70 cm.

Kolam bak semen telah dilengkapi dengan saluran untuk keluar masuknya air berupa pipa paralon. Lubang tersebut juga berfungsi guna mengangkut segala macam jenis kotoran yang berada dalam kolam. Alhasil, kondisi kolam kualitasnya akan terus terjaga serta selalu bersih dari sampah.

2. Kolam Terpal

Jika menggunakan bak semen tidak memungkinkan ataupun karena biayanya lebih mahal, Anda bisa memanfaatkan jenis kolam terpal sebagai medianya. Untuk ukuran dalam hal penetasan telur ikan lele sama saja dengan ukuran saat pemijahan dilakukan yaitu 2x3 m atau 3x4 meter.

Buat kolam terpal dengan tinggi dinding sekitar 60 cm hingga 70 cm dan kedalaman air berkisar dari ukuran 25 atau 30 cm, sesuaikan pada kebutuhan saja. Pastikan juga kondisi terpal tidak cacat atau bolong serta sudah dibersihkan agar tidak mengganggu proses penetasan telur ikan lele.

3. Bak Fiberglass

Cara menetaskan ikan lele berikutnya adalah dengan menggunakan media kolam bak fiberglass. Jenis ini bisa menjadi pilihan Anda guna berlangsungnya proses penetasan telur secara alami. Tak ada perbedaan dalam hal tekniknya dari metode lainnya, hanya saja berbeda di penggunaan kolamnya.

Ketika Anda membuat kolam fiberglass untuk proses penetasan telur, pastikan ukurannya sama seperti untuk pemijahan yaitu 1x2 meter. Namun, pada bagian ketinggiannya, jenis kolam ini harus lebih pendek sekitar 60 cm. Lalu isilah air hingga ketinggiannya mencapai 50 cm.

4. Menggunakan Akuarium

Metode lainnya yang bisa Anda gunakan sebagai media penetasan telur ikan lele adalah menggunakan akuarium. Cara ini juga bisa dikatakan cukup simpel dan tidak begitu merepotkan. Pasalnya ada banyak pengrajin akuarium yang dapat diminta untuk membuatkannya.

Namun, jika Anda memilih untuk membuatnya sendiri, maka pastikan bahan-bahannya tersedia. Jenis akuarium berukuran sekitar 40x80 cm atau bisa juga 50x100 cm sesuaikan saja dengan kebutuhan. Kemudian tingginya berkisar 40 cm serta kedalamannya 30 cm.

5. Proses Penetasan

Setelah Anda sudah menentukan jenis medianya, maka langkah selanjutnya adalah proses penetasan. Saat telur-telur tersebut sudah dipindahkan ke tempatnya (semi-insentif-pemijahan secara alami) atau sel telur dan sperma (pemijahan intensif) sudah dipastikan berada di wadahnya.

Maka proses berikutnya adalah membiarkannya menetas secara alami. Namun, pastikan pasokan oksigen telah terlarut serta benar-benar cukup selama proses penetasan. Jika tidak, maka risiko kegagalan sangat besar karena telur tidak berhasil menetas.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai beberapa metode serta cara menetaskan ikan lele yang perlu Anda ketahui. Proses ini sangatlah krusial, oleh sebab itu diperlukan kehati-hatian ekstra agar semuanya bisa berhasil menetas atau setidaknya angka gagalnya tak begitu tinggi.