Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Lengkap Teknik Pemijahan Ikan Lele Bagi Pemula

Ikanesia.id - Sejauh ini, ada beberapa teknik pemijahan ikan lele yang bisa digunakan, mulai dari alami hingga buatan lainnya. Namun, terlepas dari semua itu pada dasarnya metode tersebut dapat dilakukan secara langsung oleh pembudidaya dan disesuaikan dengan kebutuhan serta keinginan saja.

Teknik Pemijahan Ikan Lele yang Wajib Anda Ketahui

Apapun metode yang digunakan nantinya, mengenai pengetahuan tentang pemijahan harus benar-benar dikuasai oleh para peternak. Pasalanya, proses ini bersifat sangat penting karena akan berdampak langsung pada berhasil atau gagalnya budidaya ikan lele. Berikut beberapa tekniknya.

Teknik Pemijahan Ikan Lele

1.  Teknik Pemijahan Ikan Lele Metode Alami

Metode pertama untuk bisa Anda gunakan sebagai teknik pemijahan ikan lele yaitu secara alami. Cara ini dilakukan dengan menentukan induk betina dan jantan yang sudah dalam keadaan matang gonad serta memiliki bobot sama. Berikut beberapa tahap lengkapnya:

  • Siapkan induk jantan dan betina.
  • Pastikan induk sudah matang gonad.
  • Siapkan kolam untuk pemijahan ikan lele.
  • Ukuran kolam panjang 2x3 meter.
  • Lebar 1-2 meter, kedalaman 1 meter.
  • Bahan kolam dari fiberglass atau semen.
  • Keringkan kolam terlebih dahulu.
  • Isi air hingga kedalaman 30-40 cm.
  • Pastikan air bersih dan jernih.
  • Pasang kakaban dari ijuk.
  • Gunakan pemberat agar telur tidak berhamburan.
  • Air harus memberi pasokan oksigen yang cukup.
  • Buatlah saluran keluar masuknya air.
  • Atur debit air 2-3 liter per detik.
  • Masukkan induk ke kolam saat sore.
  • Pemijahan akan berlangsung jam 23.00 atau 05.00.
  • Tutup kolam selama proses pemijahan.
  • Jangan sampai induk loncat keluar
  • Setelah pemijahan selesai.
  • Pisahkan induk ikan dari telurnya.
  • Telur akan menempel di kakaban.
  • Selanjutnya proses penetasan.

Untuk proses penetasan Anda bisa melakukannya dengan menggunakan kolam bekas pemijahan ataupun membuatnya yang baru. Pastikan asupan oksigen terpenuhi serta suhu berkisar pada 28 sampai 29 derajat celcius. Penetasan telur akan berlangsung selama 24 jam dan menjadi larva.

2.  Teknik Pemijahan dengan Cara Penyuntikan Hipofisa

Teknik pemijahan ikan lele berikutnya yang bisa Anda gunakan adalah dengan cara menyuntikan hipofisa. Perlu diperhatikan kesiapan dari induknya serta kondisi kolam dan lainnya. Fungsi dari penyuntikan ini islah guna merangsang pertumbuhan sel telur. Berikut tahapan lengkapnnya:

  • Potonglah bagian kepala ikan dengan pisau bersih.
  • Letakkan mulutnya mengarah keatas.
  • Bukalah mulut ikan lele.
  • Belah bagian mulut secara melintang.
  • Pastikan potongan terbagi menjadi dua.
  • Ambil bagian atas lalu bersihkan.
  • Jangan sampai ada darah yang tersisa.
  • Siapkan tang penjepit.
  • Singkirkan tulang penutup di hipofisa.
  • Angkat kelenjar hipofisa.
  • Kelenjar berupa butiran warna putih.
  • Haluskan kelenjar menggunakan gelas penggerus.
  • Encerkan memakai air aquadestilata.
  • Takarkan sekitar 2 ml.
  • Pindahkan hipofisa pada tabung.
  • Kocok sampai 1-3 menit.
  • Biarkan selama kurang lebih 5 menit.
  • Tunggu hingga cairannya memisah.
  • Bagian bawah endapan dan atas cairan.
  • Ambil bagian cairannya pakai jarum suntik.
  • Suntikan hipofisa ke induk lele.

Perlu diketahui, proses penyuntikan ke induk ikan lele pada bagian otot punggungnya dan menutup kepalanya menggunakan kain basah. Kemiringan suntikan yaitu 30-60 derajat berawal dari ekor dengan kedalaman 1,5 atau 2,5 cm. Lakukan secara perlahan serta pastikan cairan hingga habis.

Baca Juga Budidaya ikan lele untuk usaha sampingan keluarga.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai dua teknik pemijahan ikan lele yang bisa Anda gunakan. Pada dasarnya masih ada beberapa metode lainnya dan dapat dipelajari. Namun sejauh ini, kedua cara tersebut yang paling sering digunakan oleh para pembudidaya dalam proses pemijahan ikan lele.