Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Budidaya Ikan Haruan

Ikanesia.idCara budidaya ikan haruan mungkin sedikit terdengar asing ditelinga. Jenis ikan air tawar ini dikenal sebagai salah satu predator, liar serta rakus atau julukan lainnya adalah ikan gabus. Dikarenakan memiliki sifat buas dan pemangsa, maka dibutuhkan treatment khusus dalam pembudidayaannya.

Cara Budidaya Ikan Haruan, Dijamin Sukses

Mungkin pembudidayaan ikan haruan tidak sepopuler jenis lainnya karena dianggap cukup sulit. Namun, masih banyak yang belum mengetahui bahwa keuntungan dari ternak ikan ini memiliki keuntungan sangat besar karena nilai jualnya tinggi. Berikut beberapa cara budidaya ikan haruan.

Cara Budidaya Ikan Haruan


1. Menentukan Jenis Kolam Budidaya Ikan Haruan

Umumnya, ada beberapa media yang bisa Anda gunakan sebagai tempat pembudidayaan ikan haruan, mulai dari kolam beton, terpal hingga tanah. Tentukan terlebih dahulu metode mana yang akan dipakai disesuaikan dengan ketersediaan lahan serta persiapan modal untuk memulai budidaya.

Apabila Anda menggunakan kolam tanah dalam pembudidayaan ikan haruan, maka proses pembuatannya pun cukup sederhana. Mengenai ukuran bisa disesuaikan keinginan serta skala dan jumlah ikan. Buatlah lubang serta lakukan penimbunan bagian tertentu agar menambah volume air.

2. Proses Pengisian Air

Idealnya, air yang digunakan untuk mengisi kolam budidaya ikan haruan bersumber dari anak sungai yang dialiri langsung ke sebuah wadah. Kemudian, akan disalurkan kembali melalui selokan pada area sekitar kolam. Hal tersebut bertujuan agar sirkulasi dapat berjalan dengan baik dan lebih praktis.

Selain itu, dengan metode tersebut pasokan pakan alami untuk ikan haruan lebih tinggi sehingga dapat membantu pertumbuhannya secara optimal. Kemudian, air yang dihasilkan dari proses aliran anak sungai akan mempengaruhi kesuburan atas pemupukan hingga menumbuhkan mikroorganisme.

3. Menentukan Indukan Ikan Haruan

Cara budidaya ikan haruan berikutnya dan sangat penting adalah menentukan jenis indukannya. Adapun beberapa ciri yang bisa Anda ketahui untuk memilih jenis berkualitas pada jantan. Dibagian kepala jantan bentuknya oval serta tubuhnya cenderung gelap dan lubang genital berwarna merah.

Sedangkan pada ikan haruan jenis betina, bentuk kepalanya berbentuk bulat dan memiliki warna yang cenderung lebih kontras dan terang. Dibagian jika Anda pijat dibagian perutnya maka akan keluar telur serta teksturnya lembek.

4. Proses Pemijahan dan Penetasan Telur

Langkah berikutnya adalah pemijahan atau pelepasan sperma beserta telur pada indukkan yang menghasilkan pembuahan. Campurkan antara jantan dan betina, jumlah sekitar 20 hingga 30 ekor. Namun sebelum itu, siapkan terlebih dahulu sebuah bak atau kolam guna proses pemijahan.

Biarkan selama kurang lebih 3 sampai 4 hari jantan dan betina di kolam tersebut. Pastikan bahwa air terus mengalir secara baik agar memberikan pasokan oksigen yang cukup. Tambahkan beberapa jenis tanaman dan isilah air hingga mencapai ketinggian 50 cm. Biasanya jumlah telur yaitu 11.000 butir.

5. Proses Pemeliharaan Ikan Haruan

Setelah proses penebaran benih dilakukan sesuai dengan ketentuan, maka hal berikutnya yang wajib Anda ketahui adalah tahap pemeliharaannya. Perawatan pada larva berusia 5 hari, berikanlah makan sebanyak 3 kali dalam sehari menggunakan jenis pakan berupa daphnia.

Untuk ikan haruan dewasa, Anda bisa menggunakan pakan jenis pelet dengan kandungan gizi yang sesuai pada kebutuhan ikan, mulai dari nutrisi, mineral hingga protein. Selain itu, alternatif pakan lainnya bisa pakai buatan sendiri.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai beberapa cara budidaya ikan haruan. Untuk proses panennya. Anda bisa memastikan terlebih dahulu situasi pasar serta nilai harga jualnya. Selain itu, pemanenan dapat dilakukan secara bertahap.