Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ciri-Ciri, Habitat, dan Makanan Ikan Tapah

IKANESIA.ID - Ada berbagai jenis ikan yang dijumpai di Indonesia, khususnya ikan air tawar, salah satu jenisnya adalah ikan tapah. Jumlah spesies ikan air tawar di Indonesia mencapai lebih dari 1155 spesies, dan menduduki peringkat ketiga yang menjadi negara yang memiliki spesies ikan air tawar terbesar setelah Brazil dan China. Sementara itu, untuk spesies ikan air tawar endemik di Indonesia mencapai 440 spesies, dan jumlah ini terbilang cukup banyak.

Gambar Ikan Tapah

Apa Itu Ikan Tapah?

Tapah merupakan jenis ikan yang masuk pada filum Cordata, genus Wallago, spesies Wallago leeri. Ikan ini juga sering disebut sebagai ikan wallago, sesuai dengan namanya. Umumnya habitat ikan ini adalah di sungai-sungai, baik sungai besar maupun sungai kecil. Biasanya ikan wallago ini sangat mudah dijumpai daerah Sumatera, karena di sana banyak sekali sungai. Sementara untuk benih dari ikan ini biasanya ditemukan di area muara sungai kecil yang bersambung dengan sungai besar.

Perlu diketahui bahwa ikan ini adalah salah satu jenis ikan berkumis yang hidup di air tawar atau disebut sebagai suku Siluridae. Dilihat dari jenis hewan berdasarkan makanannya, ikan ini termasuk hewan karnivora atau pemakan daging. Ukuran tubuh ikan ini sangat besar sehingga dapat dikatakan bahwa ikan ini merupakan salah satu ikan air tawar terbesar yang mudah dijumpai. Sebenarnya ikan wallago ini memiliki lima jenis anggota yang hingga saat ini diketahui, di mana jenis ikan yang sangat umum ditemukan di wilayah Asia adalah jenis Wallago attu.

Baca Juga : Mengenal Ikan Tilapia dan Manfaatnya

Morfologi Ikan Wallago

Meskipun ada beberapa jenis ikan wallago, tetapi secara umum ikan ini memiliki morfologi yang sama. Beberapa penelitian menunjukkan dengan mengambil sampel dari ikan wallago bahwa ikan ini memiliki bentuk tubuh yang pipih dan memanjang. Bagian kepala ikan ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan bagian tubuh dan ekor. Jadi, semakin ke ekor, ukurannya semakin kecil. Bentuk kepalanya juga lebih lebar, memiliki bentuk mulut yang lebar karena sudut mulut ikan ini sampai pada depan mata. Gambarannya, mata berada di depan sudut mulut. 

Tapah mempunyai dua pasang sungut atau kumis karena merupakan Siluridae. Sungut yang berada di bagian rahang atas memiliki bentuk yang memanjang hingga pangkal sirip dubur. Sementara itu, sungut yang berada di rahang bawah panjangnya melebihi sirip perut. Ikan ini memiliki tubuh yang tidak bersisik, morfologinya menyerupai ikan lele. Warna tapah umumnya yaitu kehitam-hitaman, abu-abu, cokelat, dan ada pula yang albino yang diselangi putih susu.

Ikan Wallago Atau Tapah Berasal Dari Mana?

Habitat Ikan Tapah

Di Indonesia sendiri, tapah tergolong tidak mudah dijumpai di berbagai daerah, karena hanya hidup di wilayah-wilayah tertentu saja. Tapah, khususnya jenis wallago leeri, acapkali ditemukan di perairan wilayah Kalimantan dan Sumatera yang memiliki banyak sungai arus deras. Sementara itu, untuk jenis wallago attu dapat ditemukan di wilayah perairan Perak, Malaysia.

Asal Mula Penamaan Ikan Wallago Atau Tapah

Setiap nama ikan biasanya memiliki asal usul tersendiri, begitupun dengan tapah. Konon, nama “tapah’ bermula dari sebuah bahasa atau dialek dari daerah melayu. Penduduk sekitar menyatakan bahwa penamaan ikan tersebut berasal dari dialek Melayu-Perak, yang memiliki arti “jangan khawatir.”

Karena ikan tersebut hidup di daerah itu awalnya, maka ikan air tawar yang memiliki nama latin Wallago ini dijuluki dengan nama tapah sebagai penamaan Asia. Bagian daerah tersebut pun kemudian diberi nama serupa sesuai dengan penamaan ikan ini. ( Baca Halaman Selanjutnya )

Inilah Karakteristik Ikan Wallago Atau Tapah!

ciri-ciri ikan tapah

Ikan yang habitat aslinya adalah di sungai yang tenang dan bersih ini, sebenarnya merupakan salah satu jenis ikan yang sangat mudah dijumpai di daerah Sumatera. Ternyata ikan ini dapat bertahan hidup pada kondisi oksigen yang rendah. Berikut ini merupakan beberapa ciri-ciri ikan wallago atau tapah.

1. Memiliki Ukuran Tubuh yang Besar

Ikan ini memiliki bentuk tubuh yang besar jika dibandingkan dengan jenis ikan air tawar yang lainnya. Untuk berat ikan ini sendiri dapat mencapai berat maksimal 35 kg. Sementara panjang tubuhnya mencapai 5 meter sehingga ikan wallago ini umumnya ukurannya sama seperti manusia, bahkan lebih panjang. Karena ukurannya yang besar dan merupakan hewan karnivora, ikan ini dapat menyerang dan menyakiti manusia ketika dirinya merasa terancam.

2. Memiliki Moncong Mulut

Jika dilihat dari segi bentuknya, ikan ini memiliki moncong mulut yang serupa dengan moncong ikan arwana. Selain itu, ikan ini juga memiliki kumis di moncongnya. Tidak hanya itu, karena ikan wallago mempunyai gigi yang tajam dan kuat sehingga dapat mengoyak mangsa dengan mudah.

3. Memiliki Warna Tubuh yang Didominasi Hitam

Sebenarnya warna ikan wallago ini tidak hanya satu jenis warna, karena ada ikan yang berwarna hitam, abu-abu, dan semu cokelat. Namun demikian, untuk ikan wallago yang habitatnya ada di perairan Kalimantan dan Sumatera, umumnya memiliki warna tubuh dengan corak dominan hitam. Karena memiliki warna tubuh yang gelap, tidak heran apabila ikan ini sulit untuk di lihat di perairan, karena menyatu dengan warna air sungai yang gelap. 

Untuk mendeteksi pergerakan ikan ini pun menjadi cukup sulit ketika akan menangkapnya. Namun demikian, ikan ini akan sangat mudah ditangkap jika berada di perairan yang tidak begitu dalam dan airnya tidak begitu keruh. Apalagi ikan ini memiliki ukuran yang besar. Meskipun corak warnanya gelap, tetapi masih sangat mungkin untuk ditangkap. 

Baca Juga : Cara Merawat Ikan di Akuarium Agar Sehat dan Cantik

Karakteristik Habitat Ikan Wallago Atau Tapah

Setiap jenis ikan tentu memiliki habitat hidupnya masing-masing, tidak terkecuali ikan wallago atau tapah. Ikan ini mungkin asing terdengar bagi banyak orang, karena hanya berada di wilayah-wilayah tertentu saja. Mengapa demikian? Lalu, seperti apa habitat tapah sehingga tidak mudah dijumpai seperti ikan air tawar pada umumnya? Berikut ini merupakan habitat tapah.

1. Hidup di Sungai

Ikan jenis air tawar ini umumnya hidup di sungai, baik sungai kecil maupun sungai besar. Namun demikian, spot habitat ikan ini sebenarnya berada di sungai yang memiliki arus deras di bagian atas (hilir) tetapi belum sampai pada bagian bawah (hulu).

Oleh karenanya ikan ini biasanya mudah di jumpai di sungai Kalimantan dan Sumatera yang notabene memiliki banyak sungai aliran arus deras.

2. Hidup di Danau

Selain sungai, ternyata tapah juga tinggal di perairan lainnya danau. Di Indonesia sendiri, tidak semua wilayah memiliki spot perairan seperti danau. Ternyata danau menjadi salah satu habitat ikan wallago atau tapah, karena ikan ini juga hidup di air yang dalam tetapi tenang. 

Daerah yang memiliki banyak danau di Indonesia paling banyak ditemukan di wilayah Sumatera. Namun demikian, tapah yang hidup di danau dengan tapah yang hidup di sungai ternyata memiliki karakteristik fisik yang berbeda.

3. Hidup di Rawa-Rawa Liar

Jika tapah memiliki karakteristik spot habitat di danau, artinya ikan ini juga dapat hidup di rawa-rawa liar. Mungkin banyak yang tidak dapat membedakan antara danau dan rawa. Jika dilihat secara awam, rawa merupakan perairan tenang yang ukurannya terbatas, tidak sebesar danau. Biasanya rawa juga terbentuk begitu saja dan tidak dimanfaatkan untuk wisata. 

Sementara itu, danau memiliki ukuran yang lebih luas dan lebih dalam. Namun, karakter perairan danau dan rawa sama, sehingga jika tapah dapat hidup di danau, maka dapat juga hidup di rawa-rawa liar. 

4. Hidup di Tepian Sungai

Selain dari ketiga spot tersebut, ternyata tapah juga dapat ditemukan di tempat-tempat yang sering dijumpai. Tapah sangat mungkin ditemukan di tepian aliran sungai yang alirannya tenang. Hanya saja, tidak semua tepian sungai menjamin adanya tapah. Namun, dalam hal ini, tapah mampu hidup di tepian sungai yang memiliki aliran tenang. Jadi, tapah tidak selalu berada di perairan arus deras saja.

Kemudian, apabila dilihat secara awam, antara tapah yang habitatnya di sungai arus deras dengan tapah yang hidup di perairan tenang seperti danau dan rawa, dapat dibedakan dari warna tubuhnya. 

Ikan wallago atau tapah yang hidup di perairan sungai yang deras umumnya memiliki tubuh yang agak berwarna kuning, tetapi bukan kuning cerah, melainkan kuning semu. Sedangkan untuk tapah yang hidup di perairan tenang seperti danau dan rawa, memiliki warna tubuh hitam atau abu-abu. Selain itu, tapah yang hidup di rawa juga terkadang terdapat yang berwarna agak mencolok, yakni warna kemerahan.

Baca Juga : Jenis Dan Harga Ikan Sembilang Terbaru

Ukuran Rata-Rata Tapah

Seperti yang telah diketahui bahwa ikan ini merupakan salah satu jenis ikan perairan tawar yang memiliki ukuran besar dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya. Bagaimana tidak, ukuran rata-rata tapah yang sering dijumpai adalah 3 sampai 4 kg. Sementara itu, ikan ini dapat mencapai berat maksimal 35 kg. 

Tapah mampu hidup di pertemuan dua sungai. Untuk tapah arus deras umumnya merupakan jenis tapah terkuat yang ukurannya rata-rata mencapai 10 kg per ekornya. Ikan ini lebih kuat dibandingkan tapah yang hidup di perairan tenang karena tapah arus deras terbiasa berenang melawan arus. ( Baca Halaman Selanjutnya )

Waktu yang Tepat Untuk Menangkap Tapah

Biasanya ikan wallago atau tapah sangat mudah dijumpai di musim kemarau, yakni waktu antara Bulan Juli hingga Agustus. Tidak heran apabila di momen tersebut banyak sekali orang yang menangkap dan memancing tapah untuk dikonsumsi atau dijual. Saat musim hujan, ikan ini sangat sulit untuk ditangkap, karena mengingat habitatnya yang umumnya berada di perairan arus deras, danau, dan rawa. Saat musim hujan, debit air meningkat, sehingga sangat bahaya apabila menangkap tapah pada musim penghujan. 

Cara Memancing Tapah di Setiap Spot

Memancing setiap jenis ikan tentu memerlukan alat, cara, dan teknik yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan saat memancing ikan, perlu mempertimbangkan jenis perairannya, ukuran ikannya, dan lain sebagainya. Untuk memancing tapah, ada dua cara yang dapat dilakukan, karena memancing tapah arus deras dengan tapah yang hidup di perairan tenang tentu berbeda.

1. Memancing Tapah Arus Deras

Jika ingin menangkap tapah di perairan arus deras, maka sangat cocok memancingnya dengan minnow atau lure yang bertipe floating. Lure ini memiliki ciri dapat mengambang di kedalaman air sekitar satu meter. Memancing menggunakan lure tipe floating sangat tepat digunakan untuk memancing tapah arus deras karena area sungai sangatlah berisiko untuk tersangkut pada bebatuan maupun ranting. 

2. Memancing Tapah di Perairan Tenang

Sedangkan untuk menangkap tapah yang hidup di perairan tenang seperti danau dan rawa, akan lebih cocok menggunakan jenis deep, misalnya crank bait. Untuk ukuran yang dapat digunakan yakni mulai dari 10 cm hingga 12 cm dengan berat antara 13 hingga 18 gram.

Baca Juga : Mengenal Ikan Arwana Jardini Yang Eksotis

Bisakah Ikan Wallago Atau Tapah Makan Manusia?

Ikan Tapah Makan manusia ?

Ikan wallago merupakan ikan air tawar yang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Bahkan panjang maksimalnya bisa mencapai 5 meter, sehingga lebih berkemungkinan lebih panjang dari manusia. Mengetahui fakta yang demikian, ikan ini tentu berisiko untuk menyerang atau memangsa manusia. 

Sebenarnya, ikan ini akan menyerang siapapun yang mengganggunya, karena merupakan bentuk pertahanan diri. Apalagi ikan ini merupakan jenis karnivora atau pemakan daging.

Oleh karenanya, ketika akan menangkap ikan ini, perlu menggunakan cara yang benar, sehingga ikan tidak merasa terancam. Selain itu, biasanya tapah arus deras cenderung lebih garang dibandingkan dengan tapah perairan tenang, sehingga perlu berhati-hati jika berada di area sungai yang deras.

Apakah Tapah Saat Ini Terancam Punah?

Seperti yang telah diketahui bahwa jenis ikan ini tidak bisa sembarang dijumpai di berbagai tempat. Artinya, jumlah ikan wallago memang tidak banyak, tidak seperti ikan air tawar pada umumnya. Dengan demikian, ikan ini terancam punah, karena sering ditangkap oleh manusia. Saat ini, tapah semakin jarang dijumpai, bahkan di perairan Kalimantan dan Sumatera. 

Bagaimana tidak, banyak sekali orang yang minat untuk mengonsumsi ikan ini. Hanya saja, ikan ini tidak dapat dikembangbiakkan atau dibudidayakan. Tingkat minat masyarakat terhadap konsumsi tapah tidak sesuai dengan jumlah perkembangbiakannya.

Ada banyak sekali jumlah ikan air tawar yang ada, sehingga alangkah baiknya apabila mendapatkan ikan wallago atau tapah, dilepas kembali ke habitatnya. Oleh karenanya, bagi para pemancing di daerah Kalimantan dan Sumatera, perlu mengetahui karakteristik tapah. 

Ikan Wallago Atau Tapah Banyak Diminati Untuk Dikonsumsi

Ternyata, ikan wallago memiliki banyak peminat, karena banyak orang yang suka mengonsumsinya. Tapah, khususnya wallago leeri, mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.  Kandungan gizi yang terkandung pada ikan ini cukup tinggi, sehingga harganya pun cukup mahal. Harga tapah per kilonya adalah sekitar Rp 60.000.

Ikan ini mampu bertahan pada perairan yang memiliki oksigen rendah, sehingga acapkali disebut sebagai blackfish. Tapah lebih aktif pada malam hari  dibandingkan dengan siang hari, sehingga disebut sebagai hewan nocturnal. Ikan ini tidak dibudidaya, karena hanya bisa hidup liar di alam bebas seperti di sungai, danau, rawa, dan lain sebagainya.

Makanan Ikan Wallago Atau Tapah

Karena ikan ini merupakan jenis hewan karnivora, maka makanannya adalah daging. Lalu daging seperti apa yang dimaksud? Perlu diketahui bahwa tapah merupakan kanibal, sehingga ia akan memangsa ikan lainnya ketika lapar. Waktu laparnya pun tidak menentu, tetapi umumnya ikan ini akan mencari makanan pada malam hari. Saat siang hari, ikan ini akan bergerombol dan berada di dasar air, karena termasuk jenis ikan yang sensitif dengan cahaya.

Baca Juga : Jenis-jenis Ikan Baronang serta Manfaat Bagi kesehatan

Demikianlah penjelasan mengenai ikan tapah atau wallago. Mungkin bagi sebagian besar orang, nama ikan ini terdengar asing, karena keberadaannya yang jarang ditemui di berbagai tempat. Namun, perlu diketahui bahwa tidak menutup kemungkinan untuk menemukan ikan ini di pertemuan dua aliran sungai. Jika menjumpainya, maka lebih baik dilepas.