Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Ikan Tilapia dan Manfaatnya

Ikanesia.id - Pernah mendengar ikan tilapia? Meski tak cukup familiar, ikan ini nyatanya punya ragam manfaat dan rasa yang nikmat. Selain itu, bagi Anda yang tertarik untuk memelihara jenis ikan ini bahkan membudidayakannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Mengenal Ikan Tilapia

Tilapia pada dasarnya merupakan nama umum untuk jenis ikan cichlid yang hidup di air tawar. Selain itu, ikan tilapia juga kerap hidup di kubangan, danau, atau bahkan sungai dangkal. 

Tilapia merupakan bagian dari spesies invasif yang cukup bermasalah terhadap habitat air hangat yang baru baik pada kondisi disengaja maupun tidak. Meski umumnya iklim sedang tak mampu membuatnya hidup pada suhu 21°C.

Ciri-ciri Ikan Tilapia

Tilapia memiliki ciri khas pada bagian samping yang tertekan tipis dan cukup dalam. Serupa dengan jenis cichlid lainnya, bagian tulang pharyngeal bawah berpadu ke dalam satu struktur gigi tunggal. 

Sebuah kumpulan otot kompleks bisa menggerakkan tulang atas dan bawah menjadi dua rahang, yang membantunya mencerna makanan. Ikan tilapia termasuk pemakan yang baik dalam memproses maupun menangkap jenis luas dari makanan. 

Mulutnya mempunyai sifat protrusible, yang umumnya dibatasi dengan moncong lebar sekaligus sering menebal. Di sisi lain, terdapat gigi konikal pada rahang ikan jenis ini.

Secara spesial, ikan Tilapia ini memiliki sirip dorsal yang panjang, dan bergaris lateral, dan kerap terputus kalau dilihat di bagian akhir dari sirip dorsal. Selain itu, ada juga dua hingga tiga baris sisik pada bagian bawahnya. 

Baca Juga : Mengenal Ikan Napoleon Wrasse

Sejarah Ikan Tilapia

Ciri-ciri Ikan Tilapia

Menilik sejarahnya, ikan tilapia juga disebut dengan banyak nama. Sistem pembudidayaan ikan jenis ini ada di akuatik tilapia sungai Nil pada masa zaman Mesir Kuno. Ketika itu, ikan ini dilambangkan dengan aksara hieroglif Mesir K1, K1, yang masuk dalam Daftar Kode Gardiner.

Tilipia merupakan salah satu dari tiga jenis ikan utama yang bakal ditangkap pada zaman Alkitabiah di Danau Galilea. Kala itu, dikenal juga dengan sebutan atau nama musht, julukan dari ikan St. Petrus.

Nama tersebut muncul dari kisah, yang dicatat bagi Injil Matius terkait Santo Petrus yang memancing seekor ikan. Saat itu, ada sekeping uang senilai empat dirham yang hendak digunakan untuk membayar bea Bait Allah dan terhadap Yesus Kristus. Meski, saat itu nas tidak menyebutkan jenis ikan yang dimaksud.

Mulanya, nama Tilapia juga digunakan untuk menyebut ikan Zeus Faber yang tidak bisa dijumpai di wilayah tersebut. Beberapa jenis ikan tilapia lainnya, juga dikisahkan muncul dan hidup di Danau Galilea sebagai tempat Injil Matius terjadi.

Seiring perkembangannya, spesies ini kemudian menjadi sasaran peternakan ikan artisan  pada skala kecil selama beribu-ribu tahun lamanya. 

Baca Juga : Makanan Bibit Ikan Lele Agar Cepat Besar dan Sehat

Spesies Ikan Tilapia

Jenis Ikan Tilapia

Ikan tilapia mempunyai nama umum yang digunakan pada berbagai jenis cichlid dari tiga genus yang berbeda yaitu Oreochromis, Sarotherodon dan Tilapia. Seluruh anggota dari kedua jenis lainnya dulu termasuk ke dalam jenis tilapia namun dipisah ke dalam jenis khusus yang berbeda.

Kendati demikian, seluruh spesies masih biasa disebut tilapia tanpa harus mempedulikan nomenklatur taksonomi yang sesungguhnya. Selain itu, ada spesies komersial dari Afrika Utara yang merupakan cichlid komersial paling penting.

Pertumbuhannya tergolong cepat, tahan terhadap densitas stoking juga mudah beradaptasi. Spesies tilapia cukup banyak dibudidayakan di banyak kawasan Asia hingga menjadi akuakultur yang kian umum di tempat-tempat lainnya. 

Ikan tilapia juga merupakan alat kontrol alamiah biologis terhadap banyak masalah tanaman akuatik. Jenis ikan ini memakan makanan tanaman akuatik yang terapung semisal duckweed watermeal serta banyak tanaman terendam yang sejenis ganggang.

Di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Thailand, ikan ini bahkan menjadi metode terpilih guna mengontrol jumlah tanaman, sekaligus mengurangi pembasmi ganggang yang biasanya mengandung bahan kimia berbahaya atau mengandung logam berat. 

Sementara itu, negara seperti Kenya memanfaatkan ikan tilapia untuk memakan jentik nyamuk. Ikan tilapia sendiri gemar memakan jentik atau nyamuk betina sehingga dapat mengurangi jumlah nyamuk betina, sebuah vektor ancaman penyakit yang sangat berbahaya.

Baca Juga : Apakah Ikan Parrot Galak ? Simak Faktanya

Cara Merawat Ikan Tilapia di Akuarium

Jika Anda memutuskan untuk merawat ikan jenis ini di akuarium, ada beberapa hal yang mesti dipersiapkan seperti berikut ini:

  1. Bersihkan lebih dulu akuarium dengan menggunakan air yang mengalir.
  2. Tambahkan kerikil-kerikil kecil hingga memenuhi dasar akuarium.
  3. Tambahkan filter sebagai perlengkapan paling penting supaya akuarium Anda tetap bersih, bisa juga dengan menambahkan rerumputan agar menyerupai habitat aslinya.
  4. Sebaiknya menggunakan akuarium dengan ukuran 100x50x50, ini adalah ukuran yang paling disarankan dengan volume air sebanyak 40 liter.
  5. Isi air setidaknya hingga ¾ akuarium.
  6. Perhatikan ukuran PH, dan pastikan agar suhu air akuarium memiliki kehangatan yang stabil.

Menggunakan akuarium untuk memelihara ikan tilapia, pada dasarnya memerlukan perawatan berbeda jika dibandingkan dengan menggunakan kolam. Wadah khusus, volume air, filter dan lainnya.

Makanan Ikan Tilapia

Ikan tilapia sebenarnya jenis ikan yang sama sekali tak rewel soal makanan, tentu, dengan tetap mempertimbangkan kandungan dan nilai gizi yang ada di dalamnya. Penting untuk mengetahui nutrisi yang diberikan, seperti pellet yang kerap dijadikan makanan ikan hias ataupun untuk diternakkan.

Selain itu, makanan lain seperti udang kecil, cacing sutra atau makanan berukuran kecil lainnya juga bisa diberikan sebagai alternatif makanan untuk jenis ikan ini.

Baca Juga : 5 Pakan Alternatif Ikan Lele Murah Dan Sehat Serta Mudah Dicari

Manfaat Ikan Tilapia untuk Kesehatan

Beberapa jenis ikan tilapia bisa dikonsumsi, jenis ikan pun punya kandungan yang cukup baik bagi kesehatan tubuh, termasuk anak-anak. Berikut ini:

1. Membentuk Jaringan Otot

Ikan jenis ini adalah salah satu sumber protein serta omega-3 yang cukup kompleks. Protein sendiri, memiliki peran penting dalam membentuk jaringan otot dan tubuh secara keseluruhan. Di samping itu, omega-3 juga punya fungsi untuk menambah energi, stamina dan nafsu makan sehingga baik dikonsumsi anak yang dalam masa pertumbuhan.

Supaya seluruh manfaat dapat diperoleh dengan maksimal, Anda sangat memerlukan olahraga rutin atau latihan fisik serupa yang bisa membantu membentuk jaringan otot. Olahraga yang direkomendasikan tergolong ringan seperti plank, push up, angkat beban atau squat.

2. Melindungi Kesehatan Jantung

Pada omega-3 dan omega-6 terdapat asam lemak esensial yang sangat baik dalam menurunkan tekanan darah. Juga, mampu mengurangi resiko kolesterol jahat sehingga kemungkinan serangan jantung bisa diminimalisir akibat penyumbatan di pembuluh darah.

Hal ini menunjukkan bahwa iman tilapia sangat baik dikonsumsi sebagai makanan pendamping karbo yang sehat dan aman. Baik anak-anak maupun dewasa, bisa mencegah sejumlah penyakit kardiovaskular. 

3. Menjaga Kesehatan Tulang

Manfaat berikutnya dari ikan ini adalah menjaga dan merawat kesehatan tulang. Hal ini berkat kandungan protein serta kalsium yang ada di dalam daging ikan. Tak cuma itu, salah satu riset menunjukkan jika kandungan omega-3 pada jenis ikan ini ampuh untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang.

Kandungan ini akan sangat baik menghindarkan Anda dari penyakit osteoporosis. Terlebih, saat ini penyakit tersebut tak hanya menyerang kalangan lansia saja.

4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Berikutnya adalah, kandungan ikan tilapia yang mampu meningkatkan sistem imun pada tubuh. Sehingga, tubuh akan lebih berpeluang dan kuat menahan serangan penyakit atau infeksi sehingga Anda tak akan mudah sakit.

Manfaat ini bisa Anda dapatkan berkat kandungan selenium serta protein yang terdapat pada daging ikan tilapia. Selenium merupakan salah satu jenis mineral yang punya sifat antioksidan. Sementara itu, protein menjadi nutrisi penting sebab berperan pada proses pembentukan jaringan sel-sel tubuh termasuk bagi sel darah putih.

Tak cuma itu, sifat antioksidan pada selenium ampuh untuk melawan efek radikal bebas yang bisa merusak jaringan sel di tubuh. Bahkan, pada kondisi tertentu bisa meningkatkan resiko penyakit-penyakit serius lainnya seumpama kanker.

5. Mencegah Anemia

Anemia merupakan kondisi saat jumlah sel darah merah di dalam tubuh berkurang. Akibatnya, oksigen tak dapat tersalurkan dengan baik ke seluruh jaringan tubuh. Orang-orang yang menderita penyakit ini sering sulit untuk berkonsentrasi, pucat, mudah lelah, dan sering mengalami gangguan keseimbangan tubuh.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Anda bisa mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung vitamin B12, iman tilapia, folat serta zat besi. Karena itu, ikan tilapia sangat disarankan untuk dikonsumsi karena memiliki hampir seluruh kandungan yang bisa mencegah anemia.

Berbagai jenis ikan, sejauh ini memang banyak dianjurkan untuk dikonsumsi karena mempunyai kandungan gizi yang tinggi, serta lemak baik untuk kesehatan. Ikan juga baik dikonsumsi sebagai makanan diet, dan menghindarkan Anda dari berbagai penyakit.

Baca Juga : Ini Dia Ikan Hias Paling Laku Di Pasaran

6. Membantu Menurunkan Berat Badan

Bagi Anda yang sedang diet, ikan tilapia bisa menjadi rekomendasi makanan yang tepat. Ini karena kandungan protein tinggi serta kadar lemaknya yang rendah. Oleh karena itu, ikan tilapia bisa sangat membantu menurunkan berat badan karena mengenyangkan namun rendah lemak.

Protein yang ada di dalam ikan tilapia di sisi lain bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Juga, menekan nafsu makan sehingga membantu proses pembakaran lemak tak terhambat dan lebih maksimal.

Meski begitu, olahraga tak bisa dilepaskan dari gaya hidup selama diet. Ada sebaiknya berolahraga ringan minimal 30 menit setiap harinya. Manfaat ikan tilapia memang banyak, maka itu Anda harus memperhatikan cara pemilihan serta pengolahan yang tepat.

7. Membantu Pemenuhan Gizi pada Bayi

Selain anak-anak, ikan ini juga bagus untuk bayi dan bermanfaat untuk perkembangan bayi jika dikonsumsi loh. Idealnya, anak berusia minimal 6 bulan sudah bisa mengkonsumsi jenis ikan ini, atau ketika MPASI pertama. 

Kendati demikian, harus diingat jika penyajian ikan tilapia bagi bayi mesti disesuaikan dengan tekstur halus agar mudah dicerna. Pastikan juga untuk tidak meninggalkan tulang sekecil apapun, bahkan yang halus sekalipun agar tidak membuat bayi tersedak.

Ikan tilapia bisa dikukus dan dicampur dengan nasi, lalu dihancurkan dan disajikan sebagai menu tunggal. Terlebih dulu, Anda bisa memeriksa reaksi alergi pada bayi Anda dengan membuatnya memakan satu sendok. Jika terdapat reaksi bisa memeriksakannya kepada dokter spesialis.

Perlu diingat, jika jenis ikan berduri seperti ikan ini bisa menjadi salah satu pemicu yang cukup umum terkait alergi pada anak-anak. Oleh sebab itu, seluruh makanan yang baru diperkenalkan, lebih baik diberikan hanya dalam jumlah kecil dan melihat reaksi alerginya lebih dulu.

Apabila tak terlihat reaksi yang mengkhawatirkan seperti gatal, memerah atau reaksi lainnya, And bisa melanjutkan dengan menambahkan jumlahnya secara bertahap pada hari-hari berikutnya. Sementara itu, riwayat keluarga terhadap alergi juga bisa berpengaruh bagi Anak Anda.

Jika kerabat lain memiliki riwayat alergi, ada baiknya untuk berhati-hati dan menghindarinya sama sekali. Selanjutnya, Anda tinggal mengkonsultasikannya kepada dokter anak untuk kemungkinan alergi dan penanganan yang tepat jika terdapat gejala. 

Baca Juga : Apakah Ikan Nemo atau Clownfish Bisa Di Air Tawar ?

Cara Memilih dan Mengolah Ikan Tilapia

Pada kondisi fisik, Anda bisa memegang daging dan mencium aromanya. Ikan tilapia yang segar akan membuat nutrisi yang ada di dalamnya diserap tubuh dengan lebih maksimal. Selain itu, proses pengolahannya juga lebih baik menghindari yang berlemak seperti digoreng.

Ikan tilapia baik dimasak saat kondisi masih segar, terutama untuk dikonsumsi oleh bayi atau anak-anak. Kandungan vitaminnya sangat baik untuk meningkatkan kekuatan sistem saraf pada bayi. Tak hanya itu, ikan ini akan memperkuat metabolisme sehingga mereka yang mengonsumsinya tak mudah sakit.

Anda bisa mencoba dengan mengukus, memanggang atau bisa dengan kreasi sup ikan agar lebih sehat. Pemenuhan gizi dengan tambahan sayuran dan buah juga akan membuat kebutuhan gizi harian Anda didapatkan dengan baik. 

Terlebih, habitat ikan tilapia yang ada di air tawar membuatnya terhindar dari resiko kandungan merkuri mirip yang ada pada ikan-ikan laut. Jika membeli langsung di pasar, jangan sungkan untuk memeriksa kualitas daging dengan cermat agar mendapat kualitas terbaik.

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, ikan tilapia adalah satu dari berbagai jenis ikan yang punya kandungan gizi tinggi, rendah lemak dan membantu menghindarkan tubuh dari pelbagai ancaman penyakit. Anak-anak, dewasa hingga lansia, baik mengonsumsi jenis ikan ini sebagai santapan sehat.

Harga Ikan Tilapia

Harga ikan tilapia cukup terjangkau, dan tak jauh beda dengan jenis ikan lainnya. Berikut ini kisaran harga ikan tilapia yang dihimpun dari sejumlah sumber.

  • Ikan tilapia 215 per gr Rp 20.000 - Rp 30.000
  • Ikan tilapia fillet antara Rp 40.000 - Rp 50.000.
  • Ikan tilapia daging perut 500 gr antara Rp 20.000 - Rp 30.000.
  • Ikan tilapia fillet frozen 500 gr antara Rp 45.000 - Rp 55.000

Harga daftar ikan tersebut hanya kisaran dan bisa berbeda tergantung pemasok, atau tempat dimana Anda membelinya.

Baca Juga : Mengenal Jenis-Jenis Ikan Salmon Serta Manfaatnya

Kontroversi terkait Ikan Tilapia

Meski dengan berbagai manfaat di dalamnya, ikan tilapia juga memiliki beberapa kontroversi:

Makan Feses

Dalam sejumlah laporan di China, peternakan ikan tilapia dianggap tak memenuhi standar yang sesuai. Hal ini karena ikan tersebut diklaim diberi makan kotoran binatang oleh sebuah media di Amerika Serikat.

Padahal, kandungan salmonella pada feses sangat berbahaya lantaran menyebabkan air terkontaminasi. Inilah yang menjadi faktor risiko penyebab penularan penyakit melalui makanan. Cara ini dilakukan, agar biaya produksi tak terlalu tinggi 

Terkena Polusi

Dalam artikel lainnya, FDA melaporkan makanan dari China yang salah satunya ikan tilapia terkena polusi karena mengandung zat kimia berbahaya dari pabrik di sekitarnya. Tentu, kandungan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. 

Dari beberapa kontroversi tersebut, tak berarti ikan tilapia seluruhnya bermasalah. Ada baiknya, Anda menghindari mengkonsumsi ikan tapia yang diimpor dari Cina. Terlebih, di Indonesia telah banyak peternak yang membudidayakan ikan jenis ini sehingga memudahkan Anda mendapatkannya langsung dari pemasok dalam negeri.

Artikel Yang Mungkin Kalian Suka :