Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fakta Menarik Tentang Ikan Fugu, Ikan Beracun Tapi Harganya Fantastis

Fakta Menarik Tentang Ikan Fugu, Ikan Beracun Tapi Harganya Fantastis - Ikan fugu merupakan ikan khas dari Jepang yang selain terkenal akan dagingnya yang super enak juga kandungan racunnya yang 1200 kali lebih berbahaya daripada sianida. Bahkan kandungan racunnya tersebut belum ada penawarnya sama sekali sampai saat ini. Karena itulah fugu dinobatkan sebagai hewan vertebrata paling beracun kedua setelah katak emas beracun.

Ikan Fugu Yang Beracun


Ikan yang masih satu keluarga dengan ikan landak ini memiliki beberapa nama lain yaitu buntal beracun, buntel, pufferfish, dan bok. Di Indonesia sendiri terkenal akan nama buntal / buntel karena perutnya yang akan menggembung hingga beberapa kali lipat saat dirinya merasa terancam. Walau kandungan racunnya sangat berbahaya, ikan ini tetap bisa dimakan bahkan di Jepang ikan ini jadi jajanan yang super mahal.

Baca Juga https://www.ikanesia.id/2020/05/jenis-dan-daftar-harga-ikan-buntal-air.html

Karakteristik Ikan Fugu

Apabila dilihat secara keseluruhan, ikan buntal / fugu memiliki bentuk tubuh yang kerucut dan lebih lebar pada bagian depannya. Bagian luarnya tidak memiliki sisik sama sekali sehingga cukup licin saat dipegang serta memiliki pattern lurik dan totol totol hijau kekuningan. 

Pada bagian bawahnya berwarna putih agak kusam yang dapat berubah menjadi totol totol hitam saat sedang sakit atau stres. Sementara bagian ekornya memiliki warna bergaris yang berbeda tergantung jenisnya, ada yang berwarna hitam, kuning, merah, dan hijau tua. Ekornya dapat dilipat dan dibuka kembali sesuai dengan kebutuhan.

Kemampuan berkamuflasenya pun bisa dibilang cukup bagus.Warna tubuhnya bisa berubah ubah tergantung pada warna lingkungan sekitarnya tapi umumnya akan mengubah warnanya seperti pasir laut. Fungsinya tentu saja untuk menghindari musuh dan mengelabuhi mangsanya.

Keluarga Tetraodontidae memiliki ciri fisik yang hampir sama yaitu giginya yang besar. Nama Tetraodontidae sendiri memiliki arti 4 gigi keras & besar yang terletak pada rahang atas dan bawah. Sangat berguna untuk mengoyak dan menghancurkan mangsanya yang memiliki cangkang keras seperti moluska dan krustasea.

Klasifikasi Ilmiah Ikan Fugu

  • Filum: Chordata
  • Subfilum: Vertebrata
  • Kelas: Actinopterygii
  • Subkelas: Neopterygii
  • Infrakelas: Teleostei
  • Ordo: Tetraodontiformes
  • Famili: Tetraodontidae
  • Genera: Fugu

Habitat Ikan Fugu


Habitat asal ikan fugu adalah di perairan air tawar Afrika Tengah dan Kongo. Kini spesiesnya sudah menyebar ke berbagai perairan terutama di perairan tropis hangat hingga perairan bersuhu sedang. Ikan ini tidak menyukai perairan dingin seperti dibelahan bumi utara maupun selatan.

Fugu sendiri dapat bertahan di air muara dan air laut karena memiliki struktur tubuh yang bisa menyesuaikan diri di berbagai lingkungan. Adaptasinya yang tinggi menjadikan ikan ini termasuk ikan yang memiliki daya tahan kuat walaupun terjadi perubahan iklim dan cuaca yang ekstrim sekalipun.

Kandungan Racun dalam Fugu


Tetrodoxin adalah nama racun yang dimiliki oleh ikan fugu. Racun yang terdapat dalam seekor buntal sangat berbahaya dan bisa membunuh 30 lebih orang hanya dalam hitungan menit. Racun ini bekerja dengan memblokir aliran sodium dalam tubuh, sehingga seluruh otot lumpuh tanpa kehilangan kesadaran terlebih dahulu. Karena itulah regulasi terhadap distribusi dan pengolahan ikan ini sangatlah ketat dan tidak semua koki / juru masak boleh mengolahnya karena diperlukan sertifikasi khusus.

Di Jepang fugu dijadikan olahan yang super lezat yakni sashimi serta chirinabe. Walau terbuat dari ikan beracun, tapi banyak penjual warung dan pedagang kaki lima yang menawarkan olahan tersebut loh, tapi ya itu tadi tentunya orang yang mengolah harus sudah tersertifikasi untuk mendapatkan kelayakan dalam pengolahan ikan fugu. Prosesnya pun tidaklah mudah karena ujian dan pelatihannya butuh waktu setidaknya 3 tahun.

Bagian paling beracun terletak pada hati karena semua racun terkumpul disini, padahal hati ikan fugu rasanya sangatlah enak. Sejak tahun 1984 Jepang sudah mengeluarkan larangan kepada setiap orang untuk tidak mengolah hati fugu menjadi jenis masakan apapun. Selain itu bagian kulit dan ovariumnya juga memiliki kadar racun tinggi yang tidak boleh disertakan dalam masakan.

Pembiakan Fugu Tanpa Racun


Seiring perkembangan zaman, orang juga ikut berkembang pemikirannya termasuk dalam hal penelitian terhadap ikan fugu ini. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh para peneliti mengemukakan bahwa pada dasarnya fugu tidaklah beracun. Kandungan racun yang ada dalam tubuhnya itu adalah akibat dari memakan hewan yang terinfeksi bakteri tetrodotoxin-laden.

Bakteri tetrodotoxin-laden ini tidak menginangi ikan fugu itu sendiri tapi menginang pada ikan kecil lain yang jadi mangsanya. Bakteri ini akan memproduksi racun tetrodoxin dalam tubuh inangnya, lalu saat inang tersebut dimakan maka racunnya akan menjalar ke seluruh tubuh ikan fugu yang kebal terhadap racun tersebut.

Kini fugu tanpa racun sudah diperjualbelikan secara bebas di Kota Usuki yang mana ikan ini dibudidayakan di tambak oleh para nelayan. Dalam proses pemeliharaannya ikan ini hanya diberi makanan khusus yang steril dari bakteri tetrodotoxin-laden.


Itulah berbagai fakta tentang ikan fugu. Dibalik racunnya yang sangat berbahaya, ternyata bisa dijadikan olahan masakan yang super enak.


Artikel Yang Mungkin Kalian Suka :