Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cara Ternak Kelabang Untuk Pakan Ikan Arwana

Ikanesia.id Kelabang sering juga disebut cacing berkaki 100 dan memiliki sepasang kaki pada setiap ruas tubuhnya. Semua spesies kelabang kurang lebih mirip cacing dan memiliki tubuh pipih dengan kepala berbeda yang memiliki sepasang antena panjang. 

Rahang yang mengandung kelenjar racun terletak di segmen tubuh pertama tepat di belakang kepala. Bergantung pada spesiesnya, lipan dapat bervariasi panjangnya dari 1 hingga 12 inci atau lebih saat dewasa. Spesies kelabang yang paling umum ditemukan di Georgia memiliki panjang kurang dari 5 inci. Lipan memiliki warna yang bervariasi dari kuning muda hingga coklat tua dan coklat kemerahan.

Ternak Kelabang

Pada umumnya sebagian besar spesies kelabang memakan serangga. Kelabang menangkap mangsanya dengan rahang yang kuat, kemudian membunuhnya dengan menyuntikkan racun. Kadang-kadang, manusia dapat digigit lipan, tetapi racunnya biasanya hanya menghasilkan reaksi sedang yang mirip dengan sengatan lebah. 

Namun, orang yang alergi terhadap bisa serangga dan racun lainnya mungkin menderita reaksi parah terhadap racun kelabang. Kebanyakan gigitan kelabang tidak rumit dan sembuh sendiri. Rekomendasi pengobatan termasuk mencuci tempat gigitan dengan sabun dan air, mengoleskan es atau pembalut basah yang dingin, dan minum analgesik untuk meredakan nyeri.

Di Tiongkok, kelabang sering terlihat di kios pedagang kaki lima di kota-kota besar, termasuk pasar Donghuamen dan Wangfujing di Beijing. Lipan ini biasanya diolah dengan cara digoreng atau dibakar. 

Seperti halnya di Cina, di Laos, Thailand, dan Kamboja, kelabang besar disimpan dalam minuman keras untuk jangka waktu tertentu. Kebiasaan ini dianggap sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok. Dikatakan memiliki khasiat obat dan menghidupkan kembali. Minuman keras dengan lipan yang terendam dikonsumsi sebagai minuman khusus.

Namun, pada saat ini sebagian masyarakat indonesia mulai memanfaatkan binatang tersebut dengan cara membudidayakannya, mungkin bagi kita terdengar sedikit aneh. Akan tetapi bisnis ternak kelabang sangat menjanjikan, dikarenakan banyak permintaan kelabang dari para pencinta burung kicau serta ikan hias terutama ikan Arwana untuk dijadikan pakannya. 

Sebelum membahasa cara ternak kelabang, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu manfaat kelabang untuk Pakan ikan arwana.

Manfaat Kelabang untuk pakan ikan Arwana

Pakan yang baik untuk ikan arwana adalah pakan hidup, hal itu dikarenakan ikan arwana merupakan ikan predator, banyak jenis pakan ikan arwana yang bisa anda berikan untuk pakan seperti udang air tawar, kodok kecil, jangkrik, belalang, dan lipan.

Namun, tidak semua jenis kelabang bisa dijadikan pakan ikan arwana. kelabang yang dijadikan pakan ikan arwana tidak akan menjadi media penularan penyakit. Berbeda dengan beberapa jenis hewan kecil lainnya yang berpotensi membawa penyakit bagi ikan.

kelabang atau Lipan ini dipercaya oleh arwana mania untuk mencerahkan dan memoles sisik ikan arwana. Itu karena cangkangnya mengandung beta karoten tingkat tinggi, seperti udang air tawar. Nah karena kelabang ini sudah dipercaya dan banyak yang sudah membuktikannya untuk arwana nya, maka anda tidak perlu ragu lagi untuk memberikan kelabang anda pada arwana anda.

Baca juga: 6 Jenis Makanan Terbaik Agar Arwana Super Red Cepat Merah

Cara Ternak Kelabang Bagi Pemula

Pada umumnya Kelabang hidup di tempat yang hangat dan lembab. seperti halnya pada tumpukan dedaunan, karena Suhu yang berada pada tumpukan dedaunan yang mati biasanya suhunya hangat dan cenderung lembab dan akan menjadi tempat yang sangat cocok bagi kelabang untuk bersarang. Hal terpenting sebelum mulai ternak kelabang, Kita harus bisa menyiapkan tempat yang semirip mungkin dengan habitat aslinya di alam liar.

Berikut ini cara ternak kelabang untuk pakan ikan arwana 

!. Siapakan kandang untuk kelabang

Sebelum melakukan ternak kelabang, siapkan dulu kandang untuk memelihara kelabang. Kandang atau wadah bisa menggunakan akuarium, toples, ember bekas, wadah plastik atau mika. Tapi yang terpenting tempatnya terbuat dari bahan yang licin. Ini mencegah lipan memanjat dan melarikan diri dari wadah.

Selanjutnya, letakkan wadah di tempat yang teduh, lembab dan sunyi karena kelabang lebih menyukai ketenangan dan pastikan wadah atau kandang tersebut jauh dari sinar matahari langsung dan jauh dari jangkauan anak-anak.

2. Siapakan Media untuk Ternak Kelabang

Jika kandang sudah siap, selanjutnya siapkan media tempat tinggal kelabang, karena kelabang di habitatnya dibangun di tempat yang lembab seperti di bawah bebatuan, kayu lapuk, atau daun lepas.

Dalam pemeliharaannya harus menyediakan media yang mirip dengan habitat asalinya dengan memasukan tanah ke dalam kandang bisa juga dengan menambahkan tanah bekas rayap ataupun semut serta tambahkan daun kering yang mulai terurai dengan tanah dan masukkan batu ataupun bata ke dalamnya sebagai tempat berlindung.

Baca Juga : Jenis-jenis Jangkrik Untuk Pakan Arwana

3. jenis Kelabang Jantan dan Betina

Sebelum memasukan bibit kelabang ke dalam kadang. kita mesti mengetahui terlebih dahulu jenis kelabang jantan dan kelabang betina.

  • Cara mengetahui jenis kelamin kelabang

  1. Pertama yang harus dilakukan adalah masukkan kelabang ke dalam toples, kemudian tutup toples tersebut rapat-rapat agar oksigen tidak masuk ke dalam toples. Kemudian tunggu beberapa saat sampai kelabang tersebut berhenti bergerak (karena kekurangan oksigen). 
  2. Langkah selanjutnya, segera buka toplesnya dan ambil kelabang lalu tekan dengan kuat dengan jari yang bergerak menuju ruas terakhir ekor kelabang. setelah itu akan keluar cairan putih keriput dari ujung kelabang. Jika memiliki dua duri kecil (pemintal), itu jantan, jika halus, itu betina.

4. Masukkan Bibit Pada Kandang

Setelah mengetahui perbedaan antara kelabang jantan dan betina, langkah selanjutnya memasukan bibit kelabang pada kandang yang sudah dipersiapkan. Masukan 5-7 ekor kelabang dewasa pada setiap kandang, jangan terlalu banyak memasukan induknya, karena kelabang yang ukurannya lebih besar akan memakan kelabang yang ukurannya lebih kecil ketika kelaparan.

Setelah kelabang berada dalam kandang namun kelabang tersebut masih mondar-mandir dan berusaha untuk keluar dari kandang, berarti kelabang merasa tidak sesuai atau tidak nyaman dengan media yang ada, sehingga harus menggantinya dengan media baru hingga kelabang terasa nyaman.

5. Pakan untuk Lipan

Makanan yang diberikan kepada kelabang dapat berupa serangga kecil seperti laba-laba, jangkrik, belalang, belatung, ulat hongkong dan juga mikroorganisme yang diproduksi di dalam tanah.

Pakan ini dapat diberikan pada sore atau malam hari karena kelabang lebih aktif pada malam hari, kelabang akan memakan serangga dengan cara membunuh dan mencengkeram mangsanya dengan taringnya yang kuat dan menyuntikkan racun ke dalamnya.

6. Cara Mengembangbiakkan Lipan

Lipan akan berkembang biak atau bertelur sepanjang musim panas dan menetaskannya di tanah, sementara kelabang dewasa lainnya akan melindungi telur dengan melindungi tanah tempat betina bertelur.

Kelabang berkembang biak dengan cara jantan menyimpan sperma dalam kantong jaring di tanah, kemudian kelabang jantan membujuk betina untuk masuk ke jaring, kemudian kelabang betina akan mengambil sperma dan memindahkannya ke alat reproduksi.

Kemudian kelabang betina akan menggali ruang di kayu yang lapuk atau di tanah dan bertelur, kemudian kelabang betina akan melingkari telur dengan tubuhnya, untuk melindunginya dari predator lain. 

Lipan betina akan terus menjaga telurnya hingga menetas, dan akan tetap bersama hingga anak kelabang dapat mandiri atau berburu untuk makan sendiri, biasanya jumlah telur yang dihasilkan oleh kelabang dapat mencapai 80-100 telur dalam sekali produksi.

Namun ada baiknya menyiapkan wadah khusus yang lebih kecil untuk kelabang betina untuk bertelur, dan pastikan tempat tersebut nyaman untuk kelabang betina.

Baca juga: Jangan Terlalu Sering Memberikan Pakan kelabang dan Kodok Untuk Ikan Arwana!

Nah, itulah panduan cara budidaya kelabang untuk pakan ikan arwana ataupun untuk pakan burung kicau, Semoga panduan ini bisa bermanfaat bagi anda yang akan mencoba memulai budidaya kelabang.